TIDAR Sulsel Tegaskan Program MBG Bukan Pangkas Hak Pendidikan

SULSELPEDIA.com — Ketua PD Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Provinsi Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas gaji guru maupun hak pendidikan anak.

Menurut Vonny, anggaran program tersebut bersumber dari efisiensi belanja negara yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan memotong gaji guru dan bukan memangkas hak pendidikan anak bangsa. Sumber anggarannya berasal dari efisiensi belanja yang tidak berdampak langsung ke masyarakat, sesuai Inpres 1/2025,” ujar Vonny dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga :  Kemenhub Buka Posko Angkutan Laut Lebaran 2023

Vonny yang juga Ketua DPC Gerinda Jeneponto menegaskan, program MBG dimasukkan ke dalam pos pendidikan karena mayoritas penerimanya merupakan anak usia sekolah. Dari total 82,9 juta penerima manfaat, sekitar 55 juta di antaranya adalah pelajar.

“Kenapa masuk pos pendidikan? Karena dari 82,9 juta penerima, 55 juta adalah anak usia sekolah. MBG diberikan di sekolah. Anak sehat, kehadiran meningkat, nilai naik, dan angka putus sekolah menurun. Itu indikator pendidikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tragedi Ibu Hamil Meninggal Ditolak 4 RS di Jayapura, Ketua FKBI: Menolak Pasien adalah Pelanggaran Kemanusiaan dan Hak Asasi Pasien

Ketua KNPI Sulsel ini juga mengutip data World Food Programme (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyebutkan bahwa setiap 1 dolar Amerika Serikat yang diinvestasikan untuk program makan sekolah dapat menghasilkan pengembalian sebesar 5 hingga 35 dolar dalam bentuk dampak ekonomi dan sosial.

“Bahkan menurut World Food Program PBB, setiap 1 dolar untuk program makan sekolah bisa kembali 5 sampai 35 dolar dalam dampak ekonomi dan sosial,” katanya.

Baca Juga :  Fraksi Gerindra Stop Kunjungan Luar Negeri, Dapat Dukungan TIDAR Sulsel

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap MBG bukan sekadar narasi politik, melainkan bentuk komitmen terhadap masa depan generasi bangsa.

“Ini bukan soal framing. Ini soal masa depan generasi. TIDAR Sulsel berdiri pada fakta, bukan opini. Karena investasi terbaik bangsa adalah anak-anak yang sehat dan siap belajar,” tegas Vonny.(**)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News