Sulselpedia.com – Film horor Indonesia terus menghadirkan beragam cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah Hajatan Setan, film horor produksi MBK Productions bersama Drias Film Production yang mengangkat teror dari tradisi mistik masyarakat pedesaan.
Film ini dibangun dengan pendekatan atmosferik yang perlahan menghadirkan rasa tidak nyaman sebelum membawa penonton masuk ke teror supranatural yang lebih intens. Unsur budaya lokal dipadukan dengan konflik sosial dan ritual misterius yang terasa dekat dengan keseharian masyarakat.
Disutradarai secara kolaboratif oleh Eko Kristanto dan Drias, Hajatan Setan menampilkan suasana desa dengan nuansa mencekam serta rangkaian adegan yang memperkuat ketegangan psikologis.
Salah satu sorotan dalam film ini adalah adegan kesurupan yang diperankan Ari Irham. Dalam beberapa cuplikan yang diperlihatkan, karakter yang dimainkan Ari mengalami perubahan perilaku hingga tubuhnya bergerak di luar kendali.
Ari Irham mengaku adegan tersebut menjadi salah satu tantangan selama proses produksi.
“Itu salah satu adegan yang cukup nguras energi, karena harus banyak eksplor gerak tubuh yang tidak wajar. Tapi justru seru juga, karena bisa benar-benar lepas dan nyobain hal baru di set,” ujarnya.
Sementara itu, sutradara Drias menjelaskan bahwa Hajatan Setan tidak hanya mengandalkan jumpscare semata, tetapi lebih menekankan pembangunan atmosfer dan rasa takut yang perlahan muncul.
“Kami ingin penonton merasakan dulu atmosfernya. Ada sesuatu yang tidak beres, tapi belum sepenuhnya terlihat penyebabnya. Teror dalam film ini tidak hanya datang tiba-tiba, tapi dibangun dari hal-hal yang terasa dekat di kehidupan masyarakat sehari-hari,” jelasnya.
Film ini diproduseri oleh Rendy Gunawan, Bambang Drias, dan Lia Nurdiyani dengan Budi Yulianto sebagai Produser Eksekutif.
Naskah Hajatan Setan ditulis oleh Andhy Pulung, BW Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi.
Selain Ari Irham dan Luna Maya, film ini juga dibintangi Gisellma Firmansyah, Alika Jantinia, Karina Suwandi, Indra Birowo, Asri Welas, Sita Permatasari, Tanta Ginting, Bima Zeno, Abigail, Masayu Anastasia, Kukuh Prasetyo, hingga Hassan Sule.
Dengan menggabungkan unsur tradisi lokal dan horor supranatural, Hajatan Setan diharapkan menjadi salah satu film horor Indonesia yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.




