Sulselpedia.com – Film horor Indonesia kembali menghadirkan karya baru yang siap menarik perhatian pecinta genre mistis. Kali ini, film Hajatan Setan mulai memperkenalkan atmosfer terornya melalui teaser trailer berdurasi 70 detik yang tayang sebagai pembuka film The Bell: Panggilan untuk Mati di bioskop.
Diproduksi oleh MBK Productions bersama Drias Film Production, Hajatan Setan mengangkat kisah horor yang berakar dari tradisi mistik masyarakat pedesaan. Film ini tidak langsung menghadirkan teror secara agresif, melainkan membangun rasa tidak nyaman secara perlahan lewat suasana yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam teaser yang disutradarai oleh Eko Kristanto dan Drias, penonton diperlihatkan potongan adegan kesurupan intens yang dialami Ari Irham. Tubuhnya bergerak di luar kendali dengan ekspresi yang perlahan berubah menyeramkan.
Suasana desa yang awalnya tampak biasa perlahan berubah menjadi penuh ketegangan. Potongan ritual misterius dan kemunculan makhluk gaib menjadi isyarat bahwa ada sesuatu yang tidak beres di balik sebuah hajatan.
Bagi Ari Irham, adegan kesurupan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling menantang selama proses produksi film.
“Itu salah satu adegan yang cukup nguras energi, karena harus banyak eksplor gerak tubuh yang tidak wajar. Tapi justru seru juga, karena bisa benar-benar lepas dan nyobain hal baru di set,” ujarnya.
Sementara itu, sutradara Drias menjelaskan bahwa Hajatan Setan mencoba menghadirkan horor yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kami ingin penonton merasakan dulu atmosfernya. Ada sesuatu yang tidak beres, tapi belum sepenuhnya terlihat penyebabnya. Teror dalam film ini tidak hanya datang tiba-tiba, tapi dibangun dari hal-hal yang terasa dekat di kehidupan masyarakat sehari-hari,” jelasnya.
Selain mengandalkan cerita bernuansa tradisi lokal, Hajatan Setan juga akan hadir dengan teknologi Dolby Atmos untuk memperkuat pengalaman audio penonton. Detail suara kecil hingga efek kejutan dirancang terasa lebih nyata sehingga intensitas teror dapat dirasakan secara lebih imersif.
Film ini diproduseri oleh Rendy Gunawan, Bambang Drias, dan Lia Nurdiyani dengan Budi Yulianto sebagai Produser Eksekutif.
Naskah film ditulis oleh Andhy Pulung, BW Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi.
Selain Ari Irham dan Luna Maya, film ini juga dibintangi Gisellma Firmansyah, Alika Jantinia, Karina Suwandi, Indra Birowo, Asri Welas, Tanta Ginting, hingga Masayu Anastasia.
Tak hanya menyasar pasar Indonesia, Hajatan Setan juga direncanakan tayang di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar.
Melalui pendekatan horor yang memadukan tradisi, relasi sosial, dan atmosfer mencekam, Hajatan Setan menjadi salah satu film horor Indonesia yang patut dinantikan para pecinta genre mistis tanah air.




