SULSELPEDIA – Aktivitas ekonomi produktif terus menjadi penggerak utama geliat perbankan di Sulawesi Selatan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat penyaluran kredit perbankan hingga Juni 2026 yang mencapai Rp176,30 triliun sebagian besar terserap di sektor-sektor usaha strategis.
Sektor perdagangan besar dan eceran menempati posisi puncak sebagai penyerap kredit terbesar di Sulsel dengan total kucuran mencapai Rp37,96 triliun.
Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Moch Muchlasin, menjelaskan bahwa tingginya kucuran dana ke sektor perdagangan menunjukkan tingginya tingkat konsumsi dan transaksi ekonomi masyarakat di kawasan ini.
“Data penyaluran kredit berdasarkan sektor usaha mengonfirmasi bahwa aktivitas ekonomi produktif masyarakat Sulawesi Selatan masih menjadi tulang punggung utama pertumbuhan kredit,” ungkap Muchlasin, Senin (3/8/2026).
Selain perdagangan, sektor agribisnis juga mencatatkan serapan yang cukup masif. Kredit untuk sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan berada di urutan kedua dengan realisasi mencapai Rp16,51 triliun.
Adapun sektor produktif lainnya yang turut menopang pertumbuhan kredit perbankan Sulsel meliputi:
* Industri Pengolahan: Rp7,53 triliun
* Konstruksi: Rp5,05 triliun
* Real Estate & Jasa Perusahaan: Rp4,28 triliun
* Jasa Kemasyarakatan & Hiburan: Rp3,90 triliun
* Akomodasi & Kuliner (F&B): Rp3,65 triliun
* Transportasi & Logistik: Rp3,08 triliun
Struktur ini memperlihatkan pemulihan dan penguatan roda ekonomi Sulsel melingkupi hampir seluruh lini bisnis masyarakat, mulai dari lapangan usaha mikro hingga industri berskala menengah-besar.(*)




