Bangun ‘Financial Habit’ Sejak Dini, Pegadaian Ajak Mahasiswa Melek Investasi dan Kelola Keuangan

LITERASI KEUANGAN — Suasana kegiatan talkshow "Financial Literacy on the Way" yang digelar PT Pegadaian (Persero) bersama OJK dan akademisi di lingkungan perguruan tinggi guna mendorong mahasiswa mandiri secara finansial sejak dini.(Why/SP)

SULSELPEDIA – PT Pegadaian (Persero) melalui program Pegadaian Peduli memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda lewat talkshow bertajuk “FINANCIAL LITERACY ON THE WAY: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini”,  di Education Lounge Pegadaian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Kamis (17/9).

Kegiatan edukasi yang menyasar lingkungan perguruan tinggi ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman seputar pengelolaan anggaran pribadi, arus kas, dana darurat, hingga pengenalan instrumen investasi yang aman seperti emas sejak usia dini.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan secara bijak merupakan fondasi penting bagi generasi muda yang akan menjadi penggerak ekonomi masa depan.

Baca Juga :  Leap, Komitmen Telkom Percepat Transformasi Digital Indonesia

“Melalui program Financial Literacy on the Way, Pegadaian berkomitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan dengan menghadirkan edukasi yang praktis dan relevan. Kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Eka.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), Prof. Dr. Musran Munizu, menyambut baik penyelenggaraan program ini. Menurutnya, pemahaman literasi keuangan sangat krusial bagi dunia akademik.

“Kegiatan ini sangat penting, apalagi berkaitan dengan bagaimana mahasiswa dan masyarakat memahami literasi keuangan. Harapan kami, kegiatan ini menambah pengetahuan mahasiswa, memberikan insight baru mengenai perencanaan keuangan, sehingga membuat kita mandiri dalam mengelola masa depan finansial,” ungkap Prof. Musran.

Baca Juga :  Prospek dan Tantangan Industri Asuransi Jiwa, Saatnya Pacu Literasi

Di sisi lain, Kepala Departemen Bisnis Support Kantor Wilayah VI Makassar PT Pegadaian (Persero), Deddy Suryady, mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan keuangan (financial habit) di tengah gempuran informasi digital dan media sosial saat ini. Menurutnya, pengelolaan finansial skala besar berawal dari kedisiplinan mengelola hal-hal kecil sejak muda.

“Agar teman-teman mahasiswa bisa membangun financial habit dari sekarang. Kebiasaan ini akan membentuk mindset kita ke depan yang sangat penting untuk pengelolaan keuangan, termasuk untuk bisnis. Kita tidak akan bisa memikirkan bagaimana mengelola nominal besar tanpa bisa mengelola yang kecil-kecil,” tegas Deddy.

Baca Juga :  OJK Sulselbar Peringati HIM dan BLK 2025 di Bone

Ia juga menyoroti tantangan era digital, di mana kemudahan akses gawai dan media sosial kerap memicu perilaku konsumtif. Oleh karena itu, kegiatan ini turut menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengedukasi mahasiswa agar lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam memilih produk serta layanan keuangan yang aman.

Melalui rangkaian talkshow dan diskusi interaktif ini, PT Pegadaian berharap lahirnya para Duta Literasi Keuangan dari kalangan mahasiswa yang mampu menyebarkan praktik pengelolaan keuangan sehat, sehingga tercipta generasi muda Indonesia yang mandiri secara finansial dan berkelanjutan. (*)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News