Film Titip Bunda di Surgamu merupakan drama keluarga Indonesia yang mengangkat kisah emosional tentang hubungan orang tua dan anak, dibalut konflik ekonomi, penyesalan, serta makna pengampunan. Disutradarai oleh Hanny R. Saputra, film ini dijadwalkan tayang pada 26 Februari dan menghadirkan cerita yang dekat dengan realitas kehidupan banyak keluarga.
Sinopsis Film Titip Bunda di Surgamu
Cerita berpusat pada tiga kakak beradik, Alya, Adam, dan Azzam, yang tengah terjebak dalam tekanan hidup dan masalah keuangan. Kondisi terdesak membuat mereka mengambil keputusan keliru yang justru melukai sosok paling penting dalam hidup mereka, yaitu sang ibu atau Bunda.
Karena kepepet, ketiganya nekat merencanakan tindakan ekstrem dengan mengambil simpanan Bunda yang selama ini mereka anggap terlalu pelit. Azzam meyakinkan saudara-saudaranya bahwa tindakan tersebut bukanlah pencurian, melainkan sekadar mengambil jatah warisan lebih awal. Namun, keputusan itu membawa dampak besar yang tak pernah mereka bayangkan.
Aksi tersebut membuat Bunda terpuruk secara emosional. Kepercayaan yang selama ini ia jaga runtuh setelah mengetahui pengkhianatan anak-anak yang paling ia cintai. Luka batin Bunda menjadi pusat konflik yang menggerakkan cerita, memperlihatkan betapa dalamnya dampak kesalahan anak terhadap orang tua.
Dilanda rasa bersalah, Alya, Adam, dan Azzam berusaha menutupi kesalahan mereka dengan berpura-pura peduli. Mereka menuruti permintaan Bunda untuk menghabiskan waktu bersama, secara bergiliran. Momen kebersamaan itu perlahan membuka kembali hubungan keluarga yang sempat renggang, sekaligus menghadirkan kehangatan yang telah lama hilang.
Namun, perjalanan emosional tersebut tidak berjalan mulus. Satu per satu rahasia besar keluarga akhirnya terungkap tanpa bisa dihindari. Pengungkapan kebenaran memaksa ketiganya menghadapi kesalahan masing-masing dan konsekuensi yang harus diterima. Pertanyaan besar pun muncul: apakah mereka berani mengakui kesalahan sebelum semuanya benar-benar terlambat?
Film Titip Bunda di Surgamu dibintangi oleh Acha Septriasa, Kevin Julio, Abun Sungkar, dan Meriam Bellina sebagai pemeran utama. Kehadiran aktor lintas generasi ini memperkuat konflik emosional serta kedalaman karakter, membuat cerita terasa lebih nyata dan menyentuh.
Diproduksi oleh RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures, film ini tidak hanya menyajikan drama keluarga, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang arti penyesalan, keikhlasan, dan pentingnya menghargai orang tua sebelum kehilangan kesempatan.








