Makassar Kuasai 53 Persen Kredit Sulsel, Toraja Utara Catat Pertumbuhan Tertinggi

SULSELPEDIA – Kota Makassar masih menjadi pusat gravitasi keuangan dan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar posisi Juni 2026 mencatat, lebih dari separuh total penyaluran kredit perbankan Sulsel terkonsentrasi di Ibu Kota Provinsi tersebut.

Kota Makassar menyerap kredit produktif sebesar Rp83,40 triliun atau menguasai pangsa pasar hingga 53,04 persen dari total kredit di Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Bermodal Rp700 Ribu, Elmo Sabet Juara Satu di Kategori Fazzio Modif Gaya Gue

Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Moch Muchlasin, menyampaikan bahwa selain Makassar, beberapa kota dan kabupaten utama di Sulsel juga menunjukkan aktivitas penyaluran kredit yang signifikan.

“Kota Palopo berada di posisi kedua penyaluran kredit terbesar dengan nilai Rp10,41 triliun, disusul Kabupaten Bone sebesar Rp6,20 triliun, dan Kota Parepare sebesar Rp6,19 triliun,” urai Muchlasin dalam paparan kinerjanya di Makassar, Senin (3/8/2026).

Baca Juga :  Akses Kredit Janjikan Peluang Besar

Menariknya, dari sisi laju pertumbuhan tahunan (year on year), posisi teratas justru diraih oleh daerah penopang pariwisata dan pertanian.

Kabupaten Toraja Utara mencatatkan rekor pertumbuhan kredit tertinggi di Sulsel, yakni melonjak hingga 8,62 persen (yoy). Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Bone dengan pertumbuhan 8,54 persen, serta Kota Palopo yang tumbuh 4,01 persen.

Baca Juga :  Webinar Startup AtoZ IndigoHub Makassar Bahas Kunci Sukses Agar Produk Lebih Unggul Dari Kompetitor

Geliat ekspansi kredit di daerah-daerah ini menjadi sinyal positif bahwa pemerataan dan akselerasi ekonomi tidak hanya berpusat di Makassar, tetapi juga mulai merata ke wilayah utara dan bosowasi Sulawesi Selatan.(*)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News