ABDSI dan PLUT Kaji Transformasi Koperasi, Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

SULSELPEDIA – Menyambut program unggulan Presiden Prabowo Subianto Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia, Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) bersama Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Kajian Literatur Bisnis bertajuk “Transformasi dan Inovasi Koperasi dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat”, Kamis (21/05/2026).

Kegiatan yang juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-24 ABDSI ini diselenggarakan di aula kantor PLUT Sulsel dengan menghadirkan sejumlah tokoh kunci, di antaranya Bahrul Ulum Ilham  selaku Ketua Dewan Pengurus Nasional ABDSI; Kepala UPT PLUT KUMKM Sulsel beserta jajaran; serta narasumber Noer Sutrisno (ekonom senior dan penulis/editor buku), Prof. Muhammad Asdar (Guru Besar FEB Unhas), Ahmad Hermanto (mewakili Deputi Bidang Pengawasan, Kementerian Koperasi RI), dan Asrullah (Ketua Dekopinwil Sulsel).

Hadir juga mewakili Kadiskop UKM Sulsel, Indriastuti Saggaf dan Kepala UPT PLUT, Luqi Ubaidi Azis, para akademisi, praktisi koperasi, pengurus Dekopinwil/Dekopinda, serta pegiat Business Development Services (BDS) turut berpartisipasi aktif.

Baca Juga :  Berlangsung Meriah, Kapal Udara Tutup Perhelatan PWM 2025

Forum ini membahas secara kritis tantangan dan peluang transformasi koperasi, mencakup aspek tata kelola, penguatan ekosistem bisnis, hingga pemanfaatan inovasi digital.

Para peserta sepakat bahwa program Koperasi Desa Merah Putih yang menyasar 70.000 desa merupakan kelanjutan dari warisan pembangunan koperasi nasional.

“Kini saatnya mengintegrasikan praktik modern dengan kearifan lokal untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” demikian pernyataan bersama para peserta.

Baca Juga :  Bea Cukai Sulbagsel Musnahkan 31,9 Juta Rokok dan Ribuan Liter Miras

Diskusi juga menyoroti peran strategis koperasi sebagai agregator ekonomi desa, khususnya dalam mendukung program distribusi pangan (SPPG) dan pemberdayaan UMKM.

Keberhasilan program ini, menurut para narasumber, bertumpu pada tiga pilar utama: tata kelola yang transparan, adopsi teknologi digital, dan kepemimpinan berorientasi kesejahteraan anggota.

Dalam kajian tersebut, para ahli merefleksikan jejak pemikiran Letjen TNI (Purn.) Bustanil Arifin – arsitek KUD dan Bulog – yang pendekatan pragmatisnya dalam menyatukan stabilitas pangan dengan etika demokrasi ekonomi dinilai masih sangat relevan hingga saat ini.

Baca Juga :  OJK Sulselbar Dorong Peningkatan Literasi Keuangan Syariah Lewat BEKS 2025

Sebagai tindak lanjut, forum merekomendasikan penyusunan policy brief yang akan disampaikan kepada Kementerian Koperasi dan pemerintah daerah. Dokumen tersebut berisi langkah-langkah strategis transformasi koperasi di Sulsel yang berbasis pada kearifan lokal.(*)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News