ABDSI Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat Lewat Program Masjidpreneur

SULSELPEDIA – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memperkuat perannya dalam mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis komunitas.

Salah satunya melalui penyelenggaraan “Diskusi Publik Masjidpreneur & BDS Social Service” yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026 di Grand Maleo Hotel Makassar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen ABDSI dalam mendorong lahirnya model pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan dengan menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan kewirausahaan, pemberdayaan sosial, dan penguatan ekonomi jamaah.

Diskusi juga membedah buku “Masjidpreneur: Membangun Ekonomi Jamaah Berbasis Masjid” yang ditulis oleh Bahrul Ulum Ilham, Prof. Firman Menne dan Haris Amrin.

Baca Juga :  Bisa Cair Sampai 50 Juta, Begini Cara dan Syarat Pengajuan Pinjaman KUR BRI 2022 Tanpa Jaminan Bunga Rendah

Forum ini berlangsung secara interaktif dan menghadirkan diskusi inspiratif mengenai bagaimana masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat lahirnya entrepreneur Muslim yang mandiri, produktif, dan berdampak bagi masyarakat sekitar.

Sejumlah akademisi dan tokoh pengembangan masyarakat hadir sebagai narasumber, yakni Cucut Susanto, Noer Sutrisno, Prof. Firman Menne, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Prof. Muhammad Asdar, dipandu oleh Bahrul Ulum Ilham.

Kegiatan ini juga menghadirkan para pegiat BDS, pelaku UMKM, pengurus masjid, akademisi, komunitas sosial, dan masyarakat luas untuk hadir dan berpartisipasi dalam forum tersebut.

Baca Juga :  Legalsatu.id, Solusi Legalitas dan Perizinan Usaha yang Mudah dan Cepat

Ketua DPW ABDSI Sulsel, Ahyar Muawwal, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya ABDSI dalam memperkuat ekosistem Business Development Services (BDS) yang tidak hanya berfokus pada pengembangan UMKM, tetapi juga pada penguatan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman.

“ABDSI ingin menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang lebih dekat dengan masyarakat. Masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan ekonomi umat karena memiliki kedekatan sosial, jaringan jamaah, dan nilai kepercayaan yang kuat,” ungkap Ahyar.

Dalam forum tersebut, para narasumber akan membahas berbagai strategi konkret untuk pengembangan ekonomi jamaah, mulai dari penguatan UMKM berbasis masjid, literasi kewirausahaan, pendampingan usaha, inkubasi bisnis komunitas, hingga pengembangan jejaring ekonomi umat yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Telkomsat dan PT Len Industri Tandatangani MoU untuk Perkuat Kolaborasi Pertahanan Berbasis Satelit

ABDSI Sulsel menilai bahwa penguatan ekonomi umat membutuhkan kolaborasi antara akademisi, praktisi, pengurus masjid, komunitas sosial, dan generasi muda agar masjid kembali menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana perannya pada masa awal peradaban Islam.

Selain menjadi forum diskusi intelektual, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan BDS Social Service sebagai bentuk pengabdian sosial dan penguatan jejaring pemberdayaan masyarakat.(*)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News