SULSELPEDIA – Touring eksploratif MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 kembali berlanjut di Sulawesi Selatan. Etape ini sekaligus menjadi penutup rangkaian MTBN 2026 yang berlangsung selama empat hari, Sabtu (15/8/2026) hingga Selasa (18/8/2026).
Belasan peserta yang terdiri dari awak media, vlogger, dan internal Yamaha akan mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata di Sulawesi Selatan dengan mengendarai sepeda motor MAXi Yamaha, yakni XMAX, NMAX, Aerox, dan Lexi.
Perjalanan diawali dari Cabang PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) Maros, selaku main dealer Yamaha Indonesia wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).
Dari Maros, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Toraja dengan jarak tempuh sekitar 275 kilometer. Rute yang dilalui mencakup Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Enrekang hingga Makale (Toraja).
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan MTBN 2026 di Sulawesi Selatan tidak hanya mengedepankan pengalaman berkendara.
Menurut Rifki, konsep MTBN kali ini dikembangkan dengan mengangkat berbagai aspek dalam ekosistem hobi berkendara, mulai dari budaya lokal, kuliner, destinasi wisata hingga interaksi dengan komunitas setempat.
“Bahwa kali ini kita tidak hanya mengedepankan experience tentang riding saja, kita juga mencoba mengangkat kebudayaan-kebudayaan di area yang kita sambangi, kemudian juga lokal kuliner kita coba angkat, destinasi wisatanya, dan juga bertemu dengan komunitas lokal, seperti itu,” kata Rifki.
Ia menjelaskan, pemilihan Toraja sebagai lokasi akhir, menjadi upaya Yamaha menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan penyelenggaraan MTBN di Sulawesi Selatan pada tahun-tahun sebelumnya.
Rifki menyebut Toraja memiliki daya tarik tersendiri sebagai salah satu destinasi wisata di Sulawesi Selatan. Karena itu, MTBN 2026 diarahkan untuk mengeksplorasi kawasan dataran tinggi tersebut sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Dan saya pikir Toraja itu kan juga merupakan salah satu destinasi wisata internasional ya yang ada di Sulawesi Selatan, maka dari itu kali ini kita mau mengangkat ke arah itu,” ujarnya.
Selama berada di Toraja, peserta MTBN akan fokus membuat berbagai konten yang mengangkat keunikan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
“Ya pasti kita akan fokus ke content creation, mengangkat segala sesuatu hal unik dan juga kebudayaan setempat,” tutur Rifki.
Etape terakhir MTBN 2026 di Sulawesi Selatan ini juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Rifki berharap momentum tersebut dapat semakin memperkuat pengalaman peserta sekaligus menghasilkan konten yang menarik dari perjalanan di Toraja.
“Dan juga ini momen yang sangat baik selain closing dari MTBN-nya sendiri, bertepatan dengan hari Kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu kita harapkan konten yang ada di sana dan engagement yang bisa dilakukan bisa lebih wah seperti itu,” pungkasnya.(*)




