Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 Hasilkan Perputaran Uang Rp52,3 Miliar, Sektor Otomotif Hingga Hotel Terkerek

SULSELPEDIA – Gelaran Telkomsel Makassar Half Marathon (MHM) 2026 terbukti menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang ampuh. Hasil Survey Analisis Dampak Ekonomi independen mencatat event lari massal ini berhasil menciptakan perputaran uang mencapai Rp52,3 miliar selama lima hari pelaksanaan, atau rata-rata Rp10,5 miliar per hari.

Hasil riset ilmiah yang diprakarsai Divisi Riset MHM, Insight Hub dan Lembaga Riset Losta Institute ini diumumkan resmi di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (14/8/2026).

Capaian ini sekaligus menobatkan MHM sebagai lomba lari jalan raya (road race) pertama di kawasan Sulawesi dan Indonesia Timur yang mempublikasikan analisis dampak ekonomi secara terukur dan rasional.

Research Lead MHM, Mugi Bentang, menegaskan bahwa langkah merilis riset ini diambil agar predikat Makassar sebagai kota pariwisata olahraga (sport tourism city) memiliki dasar ilmiah yang sah, bukan sekadar opini.

Baca Juga :  Tren Konsumsi LPG Non Subsidi Rumah Tangga Naik di 2020

“Dengan adanya data ini, penyematan label Makassar sebagai Sport Tourism City menjadi sahih dan objektif. Kami menghitung kontribusi ekonomi riil yang masuk ke masyarakat,” tegas Mugi.

Sektor Akomodasi dan Kuliner Panen Raya

Dalam paparan riset tersebut, dampak ekonomi terbesar dinikmati oleh sektor akomodasi (hotel dan penginapan) yang menyerap pengeluaran peserta hingga Rp23,44 miliar. Sektor ritel dan kuliner berada di posisi kedua dengan serapan Rp17,10 miliar.

Pelari yang berasal dari luar Sulawesi menjadi mesin utama pendorong ekonomi dengan menyumbang 63,1 persen (setara Rp33,01 miliar) dari total estimasi belanja, di mana peserta kategori Half Marathon (21,097 km) tercatat sebagai penyumbang terbesar.

Baca Juga :  PT SJAM Bagi-bagi Pertamax Gratis Kepada Konsumen Diperingatan HUT ke-50 Yamaha, Cek Persyaratannya di Sini

Secara keseluruhan, pertumbuhan event ini terbilang fantastis. Sejak pertama kali digelar pada 2022 dengan 3.000 peserta, jumlah pelari pada MHM 2026 (yang berlangsung 30–31 Mei lalu) melonjak drastis hingga 12.400 peserta. Event ini juga telah mengantongi sertifikasi rute resmi dari PB PASI.

Apresiasi Wali Kota Makassar dan Kesiapan Menuju Event Internasional

Langkah transparan manajemen MHM mendapat apresiasi tinggi dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Pemerintah Kota Makassar menilai data ini menjadi aset berharga untuk menyusun strategi pembangunan daerah berbasis olahraga.

“Data ini menjadi tolok ukur (benchmarking) strategis dalam menghadirkan MHM di masa mendatang agar lebih berkualitas, terukur secara teknis, dan tersertifikasi resmi. Ini modal penting untuk membawa MHM naik kelas dari level nasional menuju internasional,” ujar Munafri.

Baca Juga :  Ribuan Peserta Antusias Ikuti Let’s Gear Up Short Video Challenge

Selain angka perputaran uang, riset juga mencatat tingkat kepuasan peserta (Customer Satisfaction Score) dan persepsi positif citra Kota Makassar mencapai 83,3 persen. Bahkan, sebanyak 87,9 persen peserta menyatakan berminat untuk kembali berkunjung ke Kota Makassar.

Sementara itu, Race Director MHM, Safrita Aryana, berharap hasil riset ini memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan demi meningkatkan kesiapan kota (city-readiness) menyambut MHM 2027.

“Sinergi kuat dari seluruh stakeholder sangat diperlukan untuk memperkuat kesiapan kota. Riset ini menjadi wujud akuntabilitas kami sekaligus panduan bersama untuk meningkatkan standar sport tourism Indonesia yang lebih berintegritas,” pungkas Safrita.(*)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News