Latih Pemuda Marjinal, Akademisi Kalla Institute Dampingi Rumah Lentera Lewat Program BIMA Kemendiktisaintek

Akademisi Kalla Institute berfoto bersama sejumlah peserta pelatihan dari Rumah Lentera.(IST)

SULSELPEDIA — Upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas ekonomi kelompok rentan di Kota Makassar terus mendapat dukungan nyata dari kalangan akademisi.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026, tim akademisi dari Kalla Institute yang dipimpin oleh Muhammad Taufan Gunawan melaksanakan pendampingan pengembangan usaha sosial berbasis komunitas bagi pemuda marjinal.

Kegiatan pendampingan ini berfokus pada komunitas “Rumah Lentera”, sebuah wadah pelayanan sosial yang menginisiasi rumah singgah dan pendampingan bagi anak-anak serta pemuda marjinal.

Baca Juga :  Soal Belajar dari Rumah TVRI Kelas 4-6 Tanggal 3 November 2020

Program ini hadir untuk mentransformasi rumah singgah dari sekadar ruang edukasi menjadi pusat inkubasi usaha sosial (social enterprise) berbasis komunitas melalui peningkatan skill wirausaha.

Dalam program ini, para pemuda dibekali pelatihan keterampilan praktis (hard skill) berupa pelatihan barista dan pembuatan kue (baking).

Peningkatan keterampilan ini dirancang sebagai potensi dan alternatif sumber pemasukan baru yang menjanjikan, mengingat pesatnya pertumbuhan industri kuliner dan kedai kopi saat ini.

Selain keterampilan teknis, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai higiene sanitasi pengolahan makanan/minuman serta manajemen usaha sederhana.

Pengelola Rumah Lentera menyambut positif program kemitraan dan pengabdian masyarakat ini. Keterampilan racik kopi dan pembuatan kue dianggap sangat relevan dengan minat anak muda serta memiliki pasar yang luas, sehingga menjadi bekal nyata bagi mereka untuk mandiri secara finansial.

Baca Juga :  Cara Mencari Diagonal Persegi dengan Mudah dan Cepat

“Kolaborasi bersama akademisi ini menjadi pijakan penting bagi kami di Rumah Lentera. Melalui pelatihan barista dan pembuatan kue ini, anak-anak muda tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga memiliki rasa percaya diri dan peluang usaha yang konkrit untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar pengelola Rumah Lentera.

Sementara itu, Ketua Tim Pengusul, Muhammad Taufan Gunawan, mengungkapkan bahwa keberhasilan memperoleh hibah pendanaan dari BIMA Kemendiktisaintek 2026 ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memberdayakan perekonomian masyarakat marjinal.

Baca Juga :  Soal TVRI Kelas 1-3 Tanggal 7 Oktober 2020

“Melalui pendekatan pelatihan keterampilan praktis dan inkubasi bisnis, program ini diharapkan dapat mencetak wirausahawan muda baru sekaligus membantu keberlanjutan operasional Rumah Lentera dari sebagian hasil unit usaha yang dijalankan,” kata Taufan.

Langkah kolaboratif antara akademisi dan komunitas akar rumput ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi pemberdayaan dalam mendorong potensi pemuda marjinal menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.(*)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News