KIP Kuliah Buka Jalan, STIM-LPI Makassar Wisuda 182 Lulusan dari Keterbatasan Menuju Harapan

PENGUKUHAN LULUSAN — Ketua STIM-LPI Makassar Prof. Muhammad Nasir bersama jajaran senat dan para tamu berfoto bersama usai mengukuhkan ratusan wisudawan serta meresmikan kerja sama strategis dengan berbagai instansi mitra.

SULSELPEDIA – Keterbatasan ekonomi terbukti bukan halangan untuk meraih mimpi akademik. Semangat tersebut mewarnai Rapat Senat Terbuka dalam rangka Sidang Pleno Wisuda STIM-LPI Makassar yang dihelat di Hotel Dalton Makassar.

Pada momen tersebut, STIM-LPI Makassar resmi mewisuda sebanyak 182 lulusan. Jumlah ini terdiri atas 151 orang dari Program Sarjana Manajemen Angkatan XXI dan 31 orang dari Program Magister Manajemen Angkatan X.

Di antara barisan wisudawan, terdapat sejumlah lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi berkat dukungan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) dari pemerintah. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa akses pendidikan yang inklusif mampu memutus rantai keterbatasan ekonomi.

Baca Juga :  Mengapa Swiss Jadi Negara Paling Nyaman di Dunia? Ini Alasannya

Ketua STIM-LPI Makassar, Prof. Dr. H. Muhammad Nasir, S.E., M.S., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah atas intervensi program KIP Kuliah yang memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera untuk mengenyam bangku kuliah.

“STIM-LPI Makassar menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan KIP Kuliah. Ada mahasiswa yang secara ekonomi tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi melalui dukungan pemerintah mereka dapat kuliah, menyelesaikan pendidikan, dan hari ini berdiri bersama lulusan lainnya,” ungkap Prof. Nasir.

Baca Juga :  SPs UT Bangun Kolaborasi Internasional melalui Revitalisasi Budaya Indonesia

Lebih lanjut, ia berpesan agar para lulusan tidak lekas berpuas diri dengan gelar akademik yang disandang, melainkan mampu menjadi agen perubahan yang kreatif, mandiri, dan berdampak bagi masyarakat.

“Jangan hanya berharap pada lowongan pekerjaan. Berinovasilah, kreatif, terus berkembang dan berdikari. Jadilah lulusan yang mampu memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat,” pesannya.

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin saat memberikan sambutan dalam acara wisuda STIM-LPI 2026.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan titik awal mengabdi.

“Wisuda bukan akhir, tetapi merupakan fase awal untuk menjadi lebih baik,” ujar Munafri, sembari berharap para lulusan dapat menjadi motor penggerak kemajuan Kota Makassar.

Baca Juga :  Soal dan Jawaban TVRI Kelas 1-3 Tanggal 24 November 2020

Senada dengan hal tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Med.Ed., memastikan bahwa seluruh lulusan yang diwisuda telah melalui verifikasi akademik yang ketat dan mengantongi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) yang sah.

Rangkaian wisuda tahun 2026 ini turut diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara STIM-LPI Makassar dengan Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, RSUD Daya Makassar, serta Koperasi Konsumen Nur Afiah RS Wahidin Sudirohusodo guna memperluas jejaring Tridharma Perguruan Tinggi.(*)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News