Kerja Sama KKP dan Polri Berhasil Gagalkan Penyelundupan 54,9 Ton Ikan Patin

Sulselpedia.comPenyelundupan 54,97 ton ikan patin fillet berhasil digagalkan.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), TB Haeru Rahayu mengungkapkan kronologi pengungkapan barang ilegal senilai Rp2,7 miliar tersebut.

Bermula dari pemantauan jajaran Satwas SDKP Bangka Belitung yang mengendus adanya pergerakan kapal pengangkut ikan ilegal di Pangkal Balam, Bangka Belitung. Bahkan, pada 26 Juli 2020, petugas juga berkoordinasi dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) terkait keberadaan kapal tersebut.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Akan Periksa Kemenag dan MUI Terkait Penyelidikan Kasus Al Zaytun

“Sejak tanggal 26 Juli kami terus memantau pergerakannya,” jelas TB Haeru saat konferensi pers pengungkapan penyelundupan ikan di Pangkalan PSDKP Jakarta, Senin (10/8/2020).

Dikatakan TB Haeru, tim PSDKP mendapat informasi bahwa pada 3 Agustus, ikan penyelundupan ini sudah dipecah dalam 4 mobil kontainer.

Mengetahui hal ini, jajarannya segera menyusun siasat dan bekerja sama dengan Polairud untuk melakukan tangkap tangan.

Baca Juga :  Tujuh Instruksi Presiden Jokowi untuk Polri

Hasilnya, aparat gabungan menangkap dua mobil kontainer dengan normor polisi B 9107 DEV dan B 9125 NYR pada 7 Agustus 2020.

Keesokan harinya, dua mobil kontainer lain bernomor polisi B 9011 GEU dan B 9013 NGU juga berhasil diringkus aparat gabungan.

“Berkat sinergitas KKP dengan Polri, kami tangkap 4 mobil kontainer pada tanggal 7 dan 8 Agustus kemarin,” sambungnya.

Baca Juga :  Irjen Pol Teddy Minahasa Bantah Dirinya Pengguna dan Pengedar Narkoba

Tb juga menyebut penyelundupan ikan patin fillet ini sangat berpotensi menimbulkan kerugian bagi nelayan dan usaha perikanan Indonesia.

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News