SULSELPEDIA – Sebanyak 80 pengusaha UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan antusias mengikuti Pelatihan Keuangan dan Digitalisasi UMKM yang dikemas dalam program bertajuk “Senin Ceria: Creative, Kolaboratif, dan Adaptif”.
Kegiatan strategis hasil kolaborasi Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, UPT PLUT Sulsel, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) ini digelar di Aula UPT PLUT Sulsel, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin (7/9/2026). Inisiatif ini didukung penuh oleh holding BUMN asuransi dan penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG).
Saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Eka Prasetia, memaparkan besarnya peluang pembiayaan yang disiapkan pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah menyalurkan Rp9,46 triliun di Sulsel sepanjang 2026 dengan subsidi bunga dari pemerintah.
“Modal dan pembiayaan itu sangat penting untuk usaha UMKM kita. Pemerintah telah mengucurkan KUR, pada tahun 2026 ini saja sudah Rp9,46 triliun kredit usaha yang disalurkan, dengan subsidi bunga sekitar Rp831 miliar agar bunganya rendah. Kredit ini masih setia menunggu Bapak dan Ibu sekalian jika dibutuhkan,” ujar Andi Eka.
Kendati demikian, Andi Eka mengingatkan bahwa akses permodalan harus diimbangi dengan kesiapan administrasi yang tertib, mulai dari penyusunan laporan keuangan hingga rekam jejak kredit yang lancar.
PLUT Sulsel Jadi Rumah Kolaborasi
Plt. Kepala UPT PLUT Sulsel, Luqi Ubaidi Azis Halim, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendampingi para pelaku usaha secara berkelanjutan, mulai dari legalitas, pembukuan, hingga adopsi ekosistem digital.
“Kami di PLUT Sulsel selalu terbuka menjadi rumah kolaborasi bagi UMKM. Pelatihan ini adalah momentum berharga, dan kami siap mengawal para pelaku usaha melalui pendampingan berkelanjutan agar UMKM kita benar-benar siap naik kelas dan mandiri secara finansial,” tutur Luqi.
Fokus pada Pembiayaan dan Digitalisasi
Materi teknis pelatihan difokuskan pada dua pilar utama. Konsultan PLUT Sulsel, Salman Sahmad, memandu peserta memahami tata cara mengakses pembiayaan secara tepat guna menghindari kendala modal kerja.
Sementara itu, perwakilan tim peneliti Unhas sekaligus Dosen FEB Unhas, Rizky Utami, bersama Baginda Hamzah, membekali peserta dengan strategi transformasi digital, integrasi sistem pembayaran nontunai QRIS, pencatatan keuangan berbasis aplikasi, hingga pemanfaatan jejak digital (digital footprint) untuk memperkuat profil kelayakan kredit (creditworthiness).
Sebagai langkah lanjutan, tim peneliti Unhas bersama PLUT Sulsel akan mengagendakan Focus Group Discussion (FGD) guna memetakan kendala riil di lapangan serta menyusun pola pendampingan yang lebih tepat sasaran bagi UMKM Sulawesi Selatan.(*)




