Bisnis  

Dorong UMKM Tembus Pasar Global, BSN dan Pemprov Sulsel Pendampingan Legalitas Hingga Sertifikasi SNI

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan sosialisasi Program SNI Bina UMK bagi pelaku usaha di wilayah Sulawesi Selatan.(IST)

SULSELPEDIA – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel mempererat kolaborasi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mendongkrak daya saing pelaku usaha lokal.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Program SNI Bina UMK bagi Pelaku Usaha Wilayah Sulsel di Aula PLUT Sulsel, Makassar, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur Hidayati, serta dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel H. Andi Eka Prasetia, Plt Kepala UPT PLUT Sulsel Luqi Ubaidi Azis Halim, dan Kepala Kantor Layanan Terpadu BSN Sulsel Ahmad Hawari Assufi.

Baca Juga :  PLUT Sulsel “Business Check Up” Puluhan UMKM

Dalam arahannya, Nur Hidayati menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengusaha mikro dan kecil secara bertahap, mulai dari pemenuhan legalitas hingga standardisasi nasional.

“BSN berkomitmen mendampingi pengusaha mikro dan kecil agar mampu naik kelas melalui standardisasi. Naik kelas ini ada tahapannya, mulai dari kelengkapan legalitas, izin edar seperti P-IRT maupun MD BPOM untuk pangan, hingga kepemilikan merek sebagai prasyarat sertifikasi SNI,” ujar Nur Hidayati.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Eka Prasetia, menekankan bahwa indikator UMKM naik kelas tidak sekadar diukur dari lonjakan omzet, melainkan dari pembenahan tata kelola usaha secara menyeluruh.

Baca Juga :  Dorong UMKM Terjun ke Ekonomi Syariah, PLUT Sulsel Gelar Pelatihan Vokasional Berbasis Syariah Angkatan VII

“Pengusaha UMKM naik kelas bukan hanya soal omzetnya naik. Tetapi produknya semakin berkualitas, proses usahanya tertata, legalitasnya lengkap, pengelolaannya profesional, pemasarannya luas, dan paling penting semakin dipercaya oleh konsumen,” tegas Andi Eka.

Ia menambahkan, Pemprov Sulsel berkomitmen membangun ekosistem pembinaan terpadu bersama BSN, sektor perbankan, asosiasi, hingga perguruan tinggi agar pendampingan usaha tidak berjalan parsial.

Sosialisasi yang dipandu Konsultan PLUT Sulsel Wiwik Amaluddin ini menghadirkan empat narasumber lintas sektor. Lyonni Ayu Evelhin dari BSN memaparkan tahapan Program SNI Bina UMK, sementara Ketua Asosiasi Industri UMKM Indonesia Sulsel, Dr. Bachtiar Baso, mengulas strategi mengonversi legalitas menjadi nilai tambah bisnis.

Baca Juga :  Jajaki Kerjasama Dengan Dekranasda Sulsel, Pertamina Sosialisasikan Program Kemitraan

Dari sisi regulasi, Muhammad Al Gazali dari DPMPTSP Kota Makassar membedah kemudahan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) via OSS. Peserta juga mendapatkan inspirasi dari kisah sukses Sumarni Bundu, pemilik usaha Gula Aren Palma, yang membagikan strateginya membangun jaringan pasar lewat konsistensi mutu dan kelengkapan izin edar.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi konsultasi interaktif bersama puluhan pelaku UMKM se-Sulsel terkait prosedur sertifikasi dan pendampingan SNI Bina UMK. Melalui kegiatan ini, PLUT Sulsel dan BSN berharap semakin banyak produk lokal yang mampu menembus rantai pasok pasar nasional hingga global.(*)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News