SULSELPEDIA – Industri modest fashion tanah air kembali menunjukkan taringnya. Ajang tahunan bergengsi, Trend Hijab Expo 2026, resmi dibuka di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Jumat (6/3/2026). Pameran yang akan berlangsung hingga 15 Maret mendatang ini menjadi bukti nyata dominasi Indonesia di kancah ekonomi syariah global.
Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa busana muslim Indonesia kini bukan sekadar tren lokal, melainkan pemain terdepan di dunia yang didukung kuat oleh ekosistem digital.
Tahun ini, sebanyak 96 peserta yang terdiri dari desainer ternama dan butik papan atas dari Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Makassar memadati area pameran.
CEO ArtPro sekaligus penggagas acara, Andi Yulman Malebbireng, mengungkapkan bahwa konsistensi ajang ini sejak 2015 telah menjadikannya barometer tren hijab di Indonesia Timur.
“Kita kembali menghadirkan kolaborasi lintas kota. Ada 96 peserta yang membawa karya terbaik mereka untuk warga Makassar dan sekitarnya,” ujar Andi Yulman saat pembukaan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wahyu Purnama, memberikan catatan optimistis. Ia menyebutkan bahwa saat ini Indonesia berada di peringkat pertama dunia untuk sektor fashion muslim dalam lingkup ekonomi syariah.
“Pasar ekspor produk halal sangat terbuka luas, baik di negara muslim maupun non-muslim. Peningkatan produksi fashion muslim akan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Wahyu.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Dekranasda Sulsel, Sri Astuti Thamrin, menilai momentum Ramadan adalah waktu terbaik bagi sektor modest fashion untuk tumbuh.
Menurutnya, acara ini adalah wadah kolaborasi sempurna antara desainer, komunitas kreatif, dan lembaga pendukung untuk memperkuat ekonomi Sulawesi Selatan.
Bagi warga Makassar yang ingin mencari inspirasi busana lebaran sekaligus mendukung produk lokal, Trend Hijab Expo 2026 masih akan terus menyapa pengunjung hingga pertengahan Maret ini.(*)




