SULSELPEDIA – Lapangan dan aula SDIT Insantama Makassar di Jl. Dirgantara No. 33, Kecamatan Panakkukang, tampak lebih semarak dari biasanya.
Tawa ceria anak-anak, warna-warni hasil karya mewarnai, serta hiruk-pikuk bazar edukatif menyatu dalam kegiatan Muslim Kidz Coloring Fun, yang dirangkaikan dengan Insantama Market Day (IMD) 2026 pada Selasa, 3 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti perwakilan TK/RA/PAUD se-Kota Makassar. Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti lomba mewarnai yang dikemas secara edukatif dan bernuansa Islami, sekaligus menikmati suasana pasar kecil yang dikelola langsung oleh para siswa SDIT Insantama.
Kepala SDIT Insantama Makassar, Asriyani, menjelaskan bahwa Insantama Market Day (IMD) merupakan program rutin sekolah berbasis entrepreneurship Islam.
Program ini dirancang sebagai media pembelajaran kontekstual untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam berbisnis.
“Melalui Insantama Market Day, anak-anak belajar berdagang dengan cara yang jujur, kreatif, dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya belajar mencari keuntungan, tetapi juga memahami nilai amanah, kejujuran, dan etika dalam muamalah,” ujar Asriyani.
Dalam kegiatan ini, siswa berperan aktif sebagai penjual dan pembeli. Mereka menjajakan aneka makanan, minuman, mainan edukatif, kerajinan tangan, hingga alat tulis.
Proses transaksi dilakukan secara langsung, sehingga siswa belajar berkomunikasi, menghitung, melayani pembeli, serta mengelola hasil penjualan secara sederhana.
Selain bazar, kegiatan juga dimeriahkan dengan panggung seni dan lomba Muslim Kidz Coloring Fun yang menjadi daya tarik utama.
Lomba mewarnai ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana melatih motorik halus, konsentrasi, kreativitas, serta rasa percaya diri anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan bernilai edukatif.
Ketua Yayasan Smart Insan Utama, Bahrul Ulum Ilham, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar besar sekolah dan yayasan dalam membangun generasi Muslim yang unggul sejak usia emas.
“Usia dini adalah golden age pembentukan karakter. Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga harus menyentuh aspek karakter, kreativitas, dan spiritualitas,” tutur Bahrul Ulum Ilham.
Ia menambahkan bahwa Muslim Kidz Coloring Fun dan Insantama Market Day adalah bentuk pembelajaran nyata yang menyatukan nilai Islam, kreativitas, dan kemandirian.(*)




