SULSELPEDIA – Kementerian UMKM RI melalui Asisten Deputi Bidang Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil menyelenggarakan kegiatan “Asistensi Produksi Melalui Layanan Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI)” di Gammara Hotel Makassar.
Acara yang diikuti 46 pengusaha kecil ini berkolaborasi dengan Kaizen Collaborative Impact – AIM ASEAN.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Bidang Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Lydia Gandini Triastuty, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempercepat transformasi UMKM dari sistem manual menuju digital, sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan ekosistem digital dan pemanfaatan teknologi AI.
Data SIDT mencatat UMKM mencapai 30,18 juta usaha, menyerap 96,9% tenaga kerja, dan menyumbang 60,51% PDB. Namun, 93,95% UMKM masih berproduksi manual, sementara adopsi teknologi digital baru sekitar 12%.
“AI diyakini mampu membantu UMKM membaca tren pasar, mengelola stok, meningkatkan kualitas produk, serta mengambil keputusan berbasis data. Pemanfaatan teknologi ini diproyeksikan menambah kontribusi ekonomi nasional lebih dari 3,67% terhadap PDB,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, para peserta diarahkan untuk meningkatkan kemampuan produksi berbasis digital dan AI,memperkuat produk serta branding, menyusun rencana bisnis digital dan melahirkan local heroes UMKM digital.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Asykur Abu Bakar turut mendukung melalui pengembangan Rumah Produksi Bersama (RPB) Garam di Kabupaten Pangkep yang dikelola Koperasi Produsen Mappatuwo.
“RPB ini menjadi model penguatan produksi berbasis teknologi dengan laboratorium digital, QR traceability, sistem tunnel, serta strategi pemasaran digital untuk memperluas pasar hingga ekspor,” katanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Indriastuti Saggaf, menekankan bahwa penguatan ekosistem digital dan transformasi AI bagi UMKM di Sulsel merupakan strategi kunci untuk meningkatkan daya saing dan mempercepat pertumbuhan sektor produksi.
Menurutnya, UPT PLUT Sulsel juga berperan sebagai pusat layanan terpadu, menyediakan pendampingan dari literasi digital hingga penerapan AI, termasuk analisis pasar, manajemen stok, branding, dan pencatatan keuangan berbasis AI.
“Target jangka panjang adalah menjadikan Sulsel sebagai Center of Excellence AI bagi UMKM Kawasan Timur Indonesia dengan 1 juta UMKM aktif memanfaatkan teknologi digital,” jelasnya.
Di kesempatan tersebut, Project Learning Officer Kaizen Collaborative Impact, Muhammad Iqbal Gunawan bersama Master Trainer AIM ASEAN, Nurul Wahyuni mendampingi pengusaha kecil beralih dari sistem manual ke digital melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi.
Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, serta memperluas akses pasar. Fokus utama asistensi ini agar UMKM dapat naik kelas, lebih kompetitif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang rapi, etika, dan tanggung jawab dalam penggunaan AI. Teknologi harus digunakan sesuai kebutuhan bisnis agar benar-benar mendukung strategi usaha, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing.
Kementerian UMKM RI berharap asistensi ini menjadi pengungkit nyata bagi peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan dan dapat dilaksanakan secara rutin serta berkesinambungan sehingga dampak dari kegiatan ini dapat dirasakan secara nyata.(*)




