SULSELPEDIA — Layanan Teknis SPK Badan Standardisasi Nasional (BSN) Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerja sama dengan UPT Balai Penerapan Mutu Produk Perikanan (BPMPP) Sulsel menyelenggarakan kegiatan bertema “Peran Standardisasi dalam Penguatan Sektor Perikanan di Sulawesi Selatan: Phinisi Berlayar, Produk Perikanan Berstandar”.
Acara yang dibuka oleh Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur Hidayati itu dihadiri sekitar 300 peserta, terdiri dari pelaku usaha perikanan, akademisi, pemerintah, serta masyarakat pesisir
“Komitmen BSN dalam mendukung penerapan standar di sektor perikanan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar Nur Hidayati dalam sambutannya.
Kehadiran yang begitu antusias dari ratusan peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya standardisasi produk perikanan sebagai fondasi penguatan daya saing sektor perikanan di Sulsel.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Fasilitator Pembinaan SNI BSN, Lyonni Ayu Evelhin, menekankan bahwa penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga strategi untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan kepercayaan konsumen terhadap produk perikanan.
“Tak hanya itu, peran pemerintah pusat juga penting dalam mendampingi pelaku usaha agar mampu memenuhi standar mutu, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas,” katanya.
Plt Kepala UPT BPMPP DKP Sulsel, Muh Ridha, yang turut membawakan materi membahas pentingnya Sertifikat Kelayakan Pengolahan sebagai salah satu pilar utama dalam menjamin kualitas produk perikanan.
“Sertifikat ini menjadi instrumen penting untuk memastikan proses pengolahan sesuai standar, sehingga produk yang dihasilkan aman, bermutu, dan layak dipasarkan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pilar produk perikanan berstandar harus mencakup aspek mutu, keamanan pangan, dan keberlanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Owner UKM 88 Marijo, Mariyani Pandin turut berbagi pengalaman nyata bagaimana penerapan standar mutu membantu usaha kecil menengah bertahan dan berkembang, serta meningkatkan nilai tambah produk olahan perikanan lokal khususnya bandeng cabut duri.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan sektor perikanan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berstandar Nasional.
Dengan penerapan SNI, produk perikanan Sulsel diharapkan mampu menembus pasar global, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta memperkuat posisi Sulsel sebagai pusat perikanan nasional.
Kehadiran 300 peserta menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya standardisasi semakin tumbuh. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut pada program pendampingan dan implementasi nyata di lapangan.(*)




