Sabtu, September 25, 2021
BerandaPertanianHidroponik : Pengertian, Metode dan Cara Menanam

Hidroponik : Pengertian, Metode dan Cara Menanam

Berikut ini akan kami bahas tentang bercocok tanam dengan metode Hidroponik. Mulai dari pengertian hingga berbagai jenis tanaman sayur, sayuran buah serta tanaman hias yang dapat ditanam dengan metode hidroponik.

Sulselpedia.com – Di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, metode pertanian hidroponik telah diterapkan secara luas serta memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional. Teknik budidaya hidroponik telah terbukti dapt mengurangi risiko atau masalah budidaya yang berkaitn dengan tanah seperti gangguan hama dan penyakit seperti serangga, jamur dan bakteri yang hidup di tanah.

Cara seperti ini juga sangat efektif digunakan pada lahan yang sempit, sehingga memungkinkan untuk bertani di kawasan perkotaan. Terlebih lagi, bercocok tanam dengan Hidroponik akan menghasilkan buah dan sayuran yang lebih segar dan lebih higienis.

Saat ini, sistem hidroponik dapat menjadi salah satu solusi bagi pengembangan tanaman buah dan sayur dengan berbagai kelebihan dibandingkan sistem pertanian konvensional.

Pengertian Hidroponik

Hidroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hydro yang memiliki arti air dan ponos yang berarti daya. Secara umum, Hidroponik adalah salah satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah, sehingga bercocok tanam dengan cara hidroponik jadi lebih cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Metode Menanam

Berikut ini beberapa metode menanan hidroponik yang sering digunakan, antara lain:

metode hidroponik
6 Metode Menanam Secara Hidroponik (Foto: Pinterest)

1. Sistem Sumbu (Wick System)

Sistem ini merupakan salah satu sistem yang paling sederhana dari semua sistem hidroponik karena tidak memiliki bagian yang bergerak sehingga tidak menggunakan pompa atau listrik.

hidroponik wick
Hidroponik sistem Wick

Sistem sumbu merupakan sistem pasif dalam hidroponik karena akar tidak bersentuhan langsung dengan air. Dinamakan sistem sumbu karena dalam pemberian asupan nutrisi melewati akar tanaman disalurkan dengan media atau bantuan berupa sumbu. Beberapa bahan umum yang digunakan untuk sistem sumbu seperti,kain flanel, tali fibrosa, jenis propylene, sumbu obor tiki, tali rayon atau mop helai kepala, benang poliuretan dikepang, wol tebal, tali wol atau strip, tali nilon, tali kapas, stripe kain dari pakaian atau selimut tua.

Kelebihan sistem sumbu:

  1. Biaya untuk mengumpulkan bahan yang diperlukan
    tergolong sangat murah.
  2. Bentuk yang sederhana dan pembuatannya yang mudah
    memungkinkan hidroponik sistem sumbu dapat dilakukan
    bagi pemula.
  3. Frekuensi penambahan nutrisi lebih jarang, dikarenakan menggunakan sumbu sebagai media penyalur nutrisi.
  4. Tidak tergantung listrik sehingga biaya relatif lebih murah.
  5. Mudah untuk dipindahkan.

Kekurangan sistem sumbu:

  1. Jumlah tanaman yang dihidroponikkan apabila berjumlah banyak maka akan sedikit sulit dalam mengontrol pH air.
  2. Hanya cocok untuk jenis tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kapiler sumbu dalam menyalurkan nutrisi bersifat terbatas

2. Sistem Rakit Apung (Water Culture System)

Sistem rakit apung adalah yang sistem paling sederhana dari semua sistem hidroponik aktif, cukup mudah digunakan karena tidak membutuhkan alat yang terlalu banyak, yang dibutuhkan box atau wadah yang dapat terbuat dari bahan plastik, styrofoam dan aerator.

Kelebihan sistem rakit apung:

  1. Biaya pembuatan yang murah dikarenakan tidak memerlukan alat yang menunjang sistem hidroponik mengalami keberlangsungan.
  2. Bahan yang diperlukan untuk pembuatan mudah dicari dari lingkungan sekitar.
  3. Perawatannya tidak sulit.
  4. Tidak bergantung pada kondisi kestabilan berikut ketersediaan listrik, sehingga bisa lebih hemat pengeluaran.
  5. Lebih hemat air dan nutrisi

Kekurangan sistem rakit apung:

  1. Rancangan hidroponik tanaman dengan sistem rakit apung lebih cocok dilakukan di dalam ruangan, bukan ditempatkan di luar ruangan.
  2. Akar tanaman lebih rentan mengalami pembusukan karena terus tergenang dalam air larutan nutrisi.
  3. Kadar oksigen yang sedikit, meskipun ada sebagian akar tanaman yang tidak terendam dalam larutan nutrisi sehingga memungkinkan ada oksigen untuk membantu proses fotosintesis.

3. Sistem NFT (Nutrient Film Technique System)

Pada sistem ini, larutan nutrisi secara terus menerus dialirkan mengenai akar tanaman menggunakan pipa PVC menggunakan pompa dengan teknik resirkulasi.

Nutrisi yang disediakan untuk tanaman akan diterima oleh akar secara terus menerus menggunaakn pompa air yang ditempatkan pada penampung nutrisi yang disusun sedemikian rupa agar pengaliran menjadi efektif. Juga diperlukan timer untuk mengatur air yang mengalir, dan aerator untuk menunjang pertumbuhan akar.

Kelebihan Sistem NFT :

  1. Sangat cocok untuk tanaman yang membutuhkan banyak air. Alasannya, sistem NFT akan membuat aliran air dapat terpenuhi dengan mudah, stabil dan baik.Pemenuhan air dalam NFT memungkinkan akar tanaman untuk menyerap nutrisi lebih banyak sehingga terjadi proses fotosintesis yang lebih baik.
  2. Dengan sistem NFT, masa tanam tanaman menjadi lebih singkat sehingga kita bisa melakukan penanaman tanaman lebih banyak dibanding sistem hidroponik konvensional. Dengan cara bercocok tanam hidroponik NFT, dapat memperoleh untung lebih besar karena dalam satu waktu bisa panen hasil berkali-kali.
  3. Perawatan, pengontrolan dan pemantauan aliran maupun kondisi nutrisi lebih mudah dikarenakan nutrisi ditempatkan dalam satu tempat atau wadah sehingga tidak perlu mengecek berulang kali karena dengan sekali melihat, maka kita akan mengetahui kondisi nutrisi secara keseluruhan.
  4. Sistem NFT mendapatkan aliran yang stabil dalam satu jalur nutrisi sehingga kondisi nutrisi di semua bagian menjadi seragam. Nutrisi yang seragam akan membuat tumbuhan memperoleh asupan kebutuhan secara merata dan seragam. Akan diperoleh hasil pertanian yang lebih baik dan merata dikarenakan pertumbuhan tanaman berlangsung secara optimal tanpa ada tanaman yang dominan memperoleh nutrisi lebih banyak.

Kekurangan Sistem NFT:

  1. Perlengkapan untuk membuat hidroponik NFT tergolong sangat mahal meskipun banyak bahan alternatif yang bisa digunakan.
  2. Tidak cocok untuk pemula. NFT membutuhkan ilmu, kemampuan, dan ketelitian agar dapat berhasil. Kerumitan dalam pengoperasian, seperti pengecekan air
    dan nutrisi tidak bisa dilakukan oleh orang yang baru belajar karena khawatir mengalami risiko kegagalan yang lebih besar.
  3. Beberapa alat memerlukan listrik yang stabil dan terus menyuplai agar sistem hidroponik yang telah dirancang terus berjalan.
  4. Rentan terhadap penyakit apabila beberapa tanaman terkena penyakit akar tanaman saling terintegrasi.

4. Sistem Irigasi Tetes (Drip System)

Sistem irigasi tetes atau drip system adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman.

Sistem ini menggunakan 2 buah kontainer terpisah yaitu bagian atas dan bawah. Kontainer atas untuk tanaman dan yang bawah untuk larutan nutrisi. Larutan nutrisi dipompa naik dan menyiram batang tanaman dan akan larutan sisa akan turun ke kontainer bawah setelah melewati media tanam dan akar tanaman.

Kelebihan Sistem Irigasi tetes :

  1. Waktu pemberian nutrisi harus sesuai dengan umur tanaman.
  2. Akar tanaman lebih mudah tumbuh dan berkembang.
  3. Terjamin kebersihan dan bebas dari penyakit.
  4. Penggunaan nutrisi atau pupuk yang tepat.

Kekurangan Sistem Irigasi tetes:

  1. Modal yang dibutuhkan untuk menyiapkan instrumen atau komponen perancang relatif tinggi.
  2. Diperlukan wawasan lebih luas dan mendalam mengenai tanaman.
  3. Perawatan harus intensif
  4. Permasalahan pada sistem pengairan, maka akan berpengaruh terhadap hasil pertanian.

5. Sistem Pasang surut (Ebb and Flow system)

Pengaturannya mirip dengan sistem infus, di mana ada dua kontainer, yang satu di atas berisi tanaman dalam pot dengan substrat dan yang ada di bagian bawah yang mengandung larutan nutrisi. Pemberian nutrisi untuk tanaman dilakukan dengan sistem pasang surut, yaitu bergantian memenuhi kontainer atas dengan larutan nutrisi dan kemudian mengosongkan larutan nutrisi dan kembali ke kontainer bawah.

Kelebihan sistem hidroponik Ebb and Flow/Flood and Drain/pasang surut:

  1. Tanaman mendapat suplai air, oksigen, dan nutrisi secara periodik.
  2. Suplai oksigen lebih baik karena terbawa air pasang dan surut.
  3. Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman.

Kekurangan sistem hidroponik Ebb and Flow/Flood and Drain/pasang surut:

  1. Biaya pembuatan cukup mahal.
  2. Tergantung pada listrik.
  3. Kualitas nutrisi yang sudah dipompakan berkali-kali tidak sebaik awalnya.

6. Aeroponik

Sistem Aeroponik merupakan cara bercocok tanam dengan menyemprotkan nutrisi ke akar tanaman. Nutrisi yang disemprotkan mempunyai bentuk seperti kabut. Aeroponik adalah suatu sistem penanaman sayuranyang paling baik dengan menggunakan udara dan ekosistem air tanpa menggunakan tanah.Teknik ini merupakan metode penanaman hidroponik dengan menggunakan bantuan teknologi.

hidroponik
Aeroponik/kompas

Kelebihan sistem ini:

  1. Mampu mengendalikan akar tanaman.
  2. Mampu memenuhi kebutuhan air dengan baik dam juga mudah.
  3. Keseragaman nutrisi dan juga kadar konsentrasi nutrisi dapat diatur sesuai dengan umur dan jenis tanaman.
  4. Tanaman dapat diproduksi hingga beberapa kali dengan periode yang pendek.
  5. Dapat dijadikan sebagai media eksoerimen sebab adanya variabel yang dapat dikontrol sehingga dapat memungkinkan hasil tanaman high planting density.

Kekurangan sistem aeroponik:

  1. Memerlukan investasi dan biaya perawatan yang sangat mahal.
  2. Sangat tergantung pada energi listrik.
  3. Mudah terserang penyakit apabila tidak dirawat dengan baik dan benar.

Media Tumbuh

Media tanam hidroponik adalah suatu media yang terbuat dari material atau bahan selain tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Berdasarkan pengertian tersebut media tanam hidroponik berfungsi sebagai tempat menopang tanaman agar mampu berdiri tegak sehingga tidak mudah roboh.

1. Media Arang sekam

Sekam bakar merupakan media tanam yang mudah ditemui, ekonomis dan cukup populer digunakan oleh para petani hidroponik.

2. Media Cocopeat

Media untuk pertumbuhan tanaman yang satu ini tergolong sebagai media tanam organik. Medi ini dibuat dari sabuk kelapa yang dibuat lebih halus. Bentuk dan tekstur cocopeat lebih menyerupai serbuk kayu hasil gergaji.

3. Media Batang dan akar pakis

Batang pakis secara umum terbagi dua yakni batang pakis warna hitam dan batang pakis warna coklat

4. Media Kerikil

Kerikil biasa digunakan sebagai media tanam hidroponik untuk membantu peredaran larutan unsur hara dan udara sehingga memberikan ruang bagi akar tanaman agar dapat tumbuh pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar.

5. Media Pasir

Media tanam pasir biasanya digunakan untuk penyemaian benih, penumbuhan bibit tanaman, serta penumbuhan tanaman dengan teknik stek. Sifat pasir yang cepat kering memudahkan proses pemindahan bibit tanaman ke media lain.

6. Spons

Spons merupakan media tanam hidroponik yang memiliki banyak pori yang cukup besar sebagai sarana mengalirkan air nutrisi ke akar tanaman.

7. Kapas

Kapas merupakan media tanam yang sangat baik sebagai langkah awal dalam penyemaian benih sebelum benih ditanam pada media tanam lain.

8. Gabus/styrofoam

Gabus adalah jenis bahan anorganik yang dibuat dari campuran kopolimer styren yang dapat digunakan sebagai alternatif media tanam yang disebut “Styrofoam”.

9. Rockwool

Rockwool merupakan salah satu mineral fiber atau mineral wool yang sering digunakan sebagai media tanam hidroponik.

10. Moss

Mosstergolong ke dalam media tanam hidroponik organik yang paling bagus. Media tanam ini diperoleh dari akar paku- pakuan atau bisa juga ditemukan di kawasan hutan.

11. Hydroton

Hydroton merupakan media tanam yang sedang terkenal di negara Jerman. Bentuknya yang bulat dan tidak memiliki sudut maka akan menjamin tanaman tidak akan rusak karena bersentuhan dengan hydroton.

Jenis-Jenis Tanaman Yang Dapat Ditanam Dengan Metode Hidroponik

1. Tanaman Sayuran

  • Tanaman Kangkung
  • Tanaman Bayam
  • Tanaman Sawi
  • Tanaman Selada
  • Tanaman Seledri
  • Tanaman Pakcoy
  • Tanaman Kailan

2. Tanaman Sayuran Buah

  • Tanaman Paprika
  • Tanaman Cabai
  • Tanaman Tomat Cherry
  • Tanaman Mentimun

3. Tanaman Buahan

  • Tanaman Melon
  • Tanaman Semangka
  • Tanaman Stroberi

4. Tanaman Hias

  • Anggrek
  • Aglaonema

Kelebihan dan Kekurangan

1. Kelebihan

  • Produksi tanaman lebih tinggi dibandingkan menggunakan tanah.L
  • Lebih terjamin kebebasan tanaman dari hama dan penyakit.
  • Tanaman tumbuh lebih cepat dan pemakaian air dan pupuk lebih hemat.
  • Bila ada tanaman yang mati, bisa diganti dengan tanaman baru dengan mudah.
  • Tanaman akan memberikan hasil yang kontinu.
  • Metode kerja yang sudah distandarisasi, lebih memudahkan pekerjaan dan tidak membutuhkan tenaga kasar.
  • Kualitas daun, buah atau bunga yang lebih sempurna dan tidak kotor.
  • Beberapa jenis tanaman dapat ditanam di luar musim, hal ini menyebabkan harga lebih mahal di pasaran.
  • Tanaman dapat tumbuh di tempat yang tidak cocok bagi tanaman yang tersebut.
  • Tidak ada resiko kebanjiran, erosi, kekeringan ataupun ketergantungan lainnya terhadap kondisi alam.
  • Efisiensi kerja kebun hidroponik menyebabkan perawatan tak banyak memakan biaya dan peralatan.
  • Keterbatasan ruang dan tempat bukan halangan untuk berhidroponik, sehingga untuk pekarangan terbatas juga bisa diterapkan hidroponik.
  • Harga jual produk hidroponik lebih tinggi dari produk non-hidroponik.

2. Kekurangan

  • Aplikasi pada skala komersial membutuhkan pengetahuan serta pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip fisiologi tanaman dan kimia organik.
  • Butuh biaya untuk investasi yang tinggi pada skala komersil.
  • Butuh perawatan intensif terhadap peralatan
  • Dapat mengelola tanaman selama pertumbuhan (pemberian nutrisi).
  • Ketersedian air harus konstan.
  • Adanya limbah dari substrat yang tidak dapat didaur ulang.

Demikianlah pembahasan mengenai hidropodik. Nantikan update terbaru kami yang membahas tentang hidroponik pada artikel berikutnya.

Referensi : Wikipedia

MENARIK UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Trending

BACA JUGA