Digital marketing kini menjadi salah satu strategi penting bagi banyak pelaku usaha dalam meningkatkan visibilitas, menarik pelanggan baru, hingga memperkuat posisi brand. Tapi di balik berbagai peluangnya, masih banyak bisnis yang merasa strategi digital mereka belum memberikan hasil yang sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Mulai dari konten yang sudah dibuat secara konsisten, iklan yang terus dijalankan, hingga waktu dan biaya yang telah diinvestasikan, tidak sedikit yang berakhir tanpa perkembangan berarti. Kondisi ini sebenarnya cukup umum, dan biasanya terjadi bukan karena kurangnya kemampuan, tetapi karena fondasi digital marketing tidak dibangun dengan tepat. Terkadang, solusi yang dipakai oleh para pelaku bisnis adalah bekerja sama dengan mitra profesional yang menyediakan jasa digital marketing terpercaya untuk membantu membenahi praktik digital marketing mereka.
Tapi sebenarnya, apa yang menjadi kegagalan digital marketing bisnis? Melalui artikel ini, kita akan melihat tujuh alasan umum mengapa digital marketing dapat gagal, serta bagaimana cara menghindarinya, dengan bantuan studi kasus yang dibagikan oleh Coulava Digital & Creative Agency melalui laman resmi mereka.
1. Terlalu Fokus pada Channel, Bukan pada Fondasi
Banyak bisnis tergesa memilih channel sebelum memahami fondasinya. Keputusan seperti hanya mengandalkan Instagram, langsung memasang iklan, atau membuat SEO tanpa riset kerap dilakukan karena dianggap sebagai langkah tercepat.
Yang perlu Anda ketahui, keberhasilan digital marketing sangat bergantung pada dasar strategi yang kuat, seperti pemahaman audiens, kebutuhan mereka, serta jalur keputusan yang mereka lalui sebelum membeli.
Dalam studi kasus Berkah Gold yang dipublikasikan oleh website resmi Coulava, langkah awal yang dilakukan adalah merapikan fondasi terlebih dahulu: menentukan target audiens, memetakan kata kunci berniat beli, dan menata funnel yang jelas. Setelah itu, semua channel bisa berjalan lebih efektif.
2. Konten Tidak Menjawab Kebutuhan Audiens
Konten adalah salah satu aspek terpenting dalam digital marketing. Namun konten yang dibuat tanpa memahami kebutuhan audiens sering kali tidak memberikan dampak yang diharapkan.
Konten yang relevan seharusnya:
- menyelesaikan masalah,
- menjawab pertanyaan yang sering diajukan,
- membantu audiens mengambil keputusan.
Jika konten dihasilkan hanya untuk mengisi jadwal posting, hasilnya biasanya tidak signifikan. Platform seperti Google juga mengutamakan konten yang benar-benar memuat jawaban, bukan sekadar panjang atau penuh kata kunci.
3. Iklan Dianggap Sebagai Solusi Cepat
Jika Anda beranggapan bahwa memasang iklan merupakan jalan pintas untuk mendapatkan penjualan, ini pemikiran yang sedikit keliru, karena iklan justru bekerja optimal hanya ketika funnel sudah terbentuk dan setiap tahapnya terhubung dengan baik.
Salah satu contoh dapat dilihat pada studi kasus event Nouman Ali Khan yang diurai dalam laman resmi Coulava. Keberhasilan kampanye iklan tidak hanya berasal dari visual yang menarik, tetapi dari audiens yang telah dipetakan dengan rapi serta materi iklan yang disesuaikan dengan setiap tahap funnel.
Iklan berfungsi sebagai pendorong. Tanpa dasar strategi yang jelas, biaya iklan dapat meningkat tanpa memberikan hasil yang proporsional.
4. Kurangnya Konsistensi dalam Pelaksanaan
Konsistensi sering menjadi tantangan besar dalam digital marketing. Banyak bisnis menghentikan strategi karena merasa tidak melihat hasil dalam waktu singkat. Padahal digital marketing bekerja secara bertahap dan bersifat kumulatif.
Dalam studi kasus yang membahas keberhasilan Iqralabs dalam artikel “Edutech Iqralabs sukses dapatkan ROAS 15x dan Menjangkau 1000+ Leads”, dijelaskan bahwa kampanye digital yang dijalankan membutuhkan beberapa tahap penyesuaian sebelum menghasilkan ROAS yang tinggi. Evaluasi dan perbaikan berulang menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Konsistensi bukan berarti harus membuat konten setiap hari, tetapi menjaga strategi tetap berjalan, memantau data, dan menyesuaikan langkah sesuai kebutuhan.
5. Tidak Memahami Audiens Secara Spesifik
Digital marketing berjalan efektif ketika bisnis memahami dengan jelas siapa yang mereka ajak bicara. Konten yang terlalu umum sering kali tidak berhasil menarik perhatian, sementara iklan dengan audiens terlalu luas biasanya menghabiskan anggaran tanpa hasil maksimal.
Dalam studi kasus Qasir App yang dibagikan Coulava, salah satu kunci keberhasilan mereka mencapai satu juta pengguna adalah penyusunan konten edukasi yang sangat relevan bagi UMKM, serta distribusi konten yang menyesuaikan segmentasi kebutuhan pengguna.
Semakin spesifik audiensnya, semakin besar peluang strategi untuk berhasil.
6. Mengukur Hal yang Tidak Penting
Kesalahan yang juga sering terjadi adalah fokus pada metrik atau atribut digital yang tidak memiliki hubungan langsung dengan hasil bisnis. Likes, views, atau followers memang terlihat meyakinkan, tetapi tidak selalu mencerminkan keberhasilan strategi digital.
Indikator yang lebih penting antara lain:
- klik pada tombol tindakan,
- peningkatan konversi,
- penurunan biaya iklan,
- jumlah orang yang membaca konten hingga selesai.
Coulava juga menekankan pentingnya menggunakan metrik yang relevan dengan tujuan bisnis agar strategi yang digunakan dapat diperbaiki dan diarahkan secara lebih akurat.
7. Strategi Tidak Terhubung dan Funnel Bocor
Digital marketing sering gagal bukan karena kurangnya usaha, tapi karena elemen-elemen strateginya tidak saling terhubung. Hal ini bisa berupa:
- iklan tidak diarahkan ke halaman website yang mendukung konversi,
- konten media sosial tidak mengarah ke langkah berikutnya,
- sistem CRM tidak memetakan data pengunjung,
- email marketing belum dimanfaatkan.
Studi kasus penjualan 6000 tiket event Nouman Ali Khan menjadi contoh bagaimana funnel terhubung dapat menghasilkan proses yang lebih efektif. Setiap channel terintegrasi dalam satu sistem, mulai dari iklan hingga pelayanan melalui WhatsApp CRM.
Kesimpulan
Digital marketing bukan sekadar membuat konten, menaikkan postingan, atau memasang iklan. Strategi ini bekerja ketika bisnis memahami audiens, membangun fondasi yang kuat, dan memastikan seluruh channel bergerak dalam satu arah yang sama.
Pembelajaran dari berbagai studi kasus yang dibagikan oleh Coulava menunjukan bahwa keberhasilan digital marketing berangkat dari kekuatan fondasi dan kedisiplinan dalam menjalankan strategi. Dengan pendekatan yang relevan dan terstruktur, digital marketing dapat membantu bisnis berkembang lebih terarah dan berkelanjutan.
Jika strategi digital Anda belum berjalan efektif, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah meninjau kembali fondasi dan menghubungkan setiap bagian strategi agar bekerja secara utuh.




