SULSELPEDIA – Kota Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai lokomotif investasi di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dengan realisasi investasi 2024 mencapai Rp38,8 triliun dan telah menyentuh Rp33 triliun di semester pertama 2025, sinergi antara pemerintah dan sektor jasa keuangan menjadi kian krusial.
Pentingnya peran sektor ini ditekankan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), dalam kegiatan Financial Expo (FinEXPO) 2025 di Trans Studio Mall. Acara ini merupakan rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digagas OJK Sulselbar bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar.
Dalam sambutannya, Appi menyoroti urgensi literasi keuangan bagi masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang minim tentang cara mengakses lembaga keuangan secara tepat masih menjadi masalah sosial dan bahkan berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
“Banyak yang bilang uang gampang didapat, tapi faktanya susah dicari. Kesalahan dalam mengakses lembaga keuangan bisa berakibat fatal,” ujar Appi, mengingatkan bahaya pinjaman ilegal dan investasi bodong.
Appi sangat berharap masyarakat memanfaatkan momentum FinEXPO untuk berinteraksi langsung. “Saya sangat berharap masyarakat memanfaatkan acara ini untuk bertanya dan menggali pengetahuan dari para institusi keuangan yang hadir,” tambahnya.
Ia mengapresiasi langkah OJK dan seluruh elemen jasa keuangan yang terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, edukasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Ia juga menggarisbawahi peran strategis lembaga keuangan sebagai supporting system bagi iklim investasi dan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Dukungan pembiayaan yang sehat dari lembaga keuangan dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM, sekaligus memberi dampak positif pada perekonomian Sulawesi Selatan. UMKM yang kuat berarti ekonomi semakin kokoh,” tegasnya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Mochammad Muchlasin, turut memperkuat pernyataan Walikota. Menurutnya, Kota Makassar memiliki posisi strategis yang tak terbantahkan sebagai barometer pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sekaligus Indonesia Timur.
Data menunjukkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Makassar menyumbang sekitar 34,84 persen dari total PDRB Sulawesi Selatan.
“Angka tersebut menunjukkan sepertiga perekonomian provinsi ini terkonsentrasi di Kota Makassar. Kota Makassar bukan hanya barometer Sulawesi Selatan, tetapi juga barometer Indonesia timur,” jelas Muchlasin.
Dalam kesempatan tersebut, Muchlasin memaparkan, meski perekonomian Sulsel triwulan II 2025 tumbuh sedikit melambat di angka 4,94 persen, kinerja sektor jasa keuangan tetap positif.
Aset Perbankan meningkat 5% (mencapai Rp229 triliun). Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,44%, dan Penyaluran Kredit naik 4,16%. Sementara Pasar Modal mencatat peningkatan investor 17,37%, dengan lebih dari 343 ribu SID (Single Investor Identification) dan nilai transaksi Rp16,29 triliun.
FinEXPO, lanjutnya, dirancang sebagai ruang interaktif (bukan sekadar pameran) yang menyediakan layanan mulai dari pembukaan tabungan, akses pembiayaan, hingga pengenalan produk keuangan digital.
“Momentum ini, kami harap bisa menjadi ajakan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mengoptimalkan peran sektor jasa keuangan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Muchlasin.(*)




