Sulselpedia – Sinopsis Greenland 2: Migration melanjutkan kisah bencana global yang pertama kali diperlihatkan dalam film Greenland (2020). Sekuel ini kembali membawa penonton ke dunia pasca-apokaliptik, ketika Bumi porak-poranda akibat hujan komet mematikan yang nyaris memusnahkan umat manusia.
Jika film pertamanya berfokus pada upaya bertahan hidup dari kehancuran, Greenland 2: Migration menggeser cerita ke perjuangan membangun masa depan umat manusia yang tersisa.
Keluarga Garrity Kembali Jadi Pusat Cerita
Film Greenland 2: Migration masih berpusat pada keluarga Garrity. John Garrity (Gerard Butler), istrinya Allison (Morena Baccarin), dan putra mereka Nathan kembali menjadi tokoh utama dalam kisah ini, seperti dikutip dari IMDb, Sabtu (10/1/2026).
Setelah bertahun-tahun berlindung di bunker bawah tanah di Greenland, mereka dihadapkan pada kenyataan pahit. Sumber daya di bunker semakin menipis, sementara tempat perlindungan tersebut tidak lagi mampu menopang kehidupan manusia dalam jangka panjang.
Harapan Baru di Wilayah Eropa
Di tengah keterbatasan tersebut, muncul harapan baru bagi para penyintas. Mereka mendapatkan informasi tentang wilayah lain di Eropa yang diyakini memiliki kondisi lebih stabil dan memungkinkan kehidupan kembali tumbuh.
John Garrity bersama sekelompok kecil penyintas pun memutuskan untuk melakukan perjalanan berbahaya melintasi daratan yang telah hancur. Perjalanan ini menjadi misi besar untuk mencari tempat baru demi kelangsungan hidup umat manusia.
Perjalanan Berbahaya dan Penuh Konflik
Perjalanan menuju wilayah baru tidak berjalan mudah. Para penyintas harus menghadapi cuaca ekstrem, reruntuhan peradaban, serta lingkungan yang sudah tidak ramah bagi manusia.
Ancaman tidak hanya datang dari alam. Konflik antarmanusia mulai muncul akibat kelangkaan makanan, perbedaan kepentingan, dan trauma masa lalu yang belum pulih. Ketegangan tersebut memaksa John mengambil keputusan-keputusan sulit demi melindungi keluarganya.
Peran Allison dan Nilai Kemanusiaan
Di tengah situasi yang keras, Allison Garrity memegang peran penting dalam menjaga harapan dan stabilitas emosional kelompok. Ia berjuang memastikan Nathan tetap selamat sekaligus mempertahankan nilai kemanusiaan ketika moral dan empati mulai runtuh di antara para penyintas.
Hubungan keluarga dan perjuangan emosional menjadi elemen kuat yang memperdalam cerita Greenland 2: Migration.
Karakter Baru dan Skala Cerita Lebih Luas
Selain Gerard Butler dan Morena Baccarin, film ini kembali menghadirkan Roger Dale Floyd sebagai Nathan Garrity. Sejumlah karakter baru juga diperkenalkan untuk menggambarkan komunitas penyintas lain dengan latar belakang, trauma, dan tujuan yang berbeda-beda.
Kehadiran karakter-karakter tersebut memperluas skala cerita sekaligus menambah dinamika konflik dalam migrasi besar-besaran umat manusia.
Kelanjutan Emosional dari Film Pertama
Secara keseluruhan, Greenland 2: Migration digambarkan sebagai kelanjutan emosional dari film pertamanya. Dengan skala cerita yang lebih luas dan konflik yang lebih manusiawi, film ini tidak hanya menyuguhkan ketegangan bencana, tetapi juga mengangkat tema harapan, keluarga, dan perjuangan mempertahankan nilai kemanusiaan di dunia yang hampir punah.
Film ini menjadi tontonan yang dinantikan bagi penggemar film bencana dan drama survival dengan sentuhan emosional yang kuat.








