SULSELPEDIA – Netflix kembali memperkuat jajaran serial kriminal internasionalnya dengan merilis City of Shadows, sebuah seri thriller berbahasa Spanyol yang mulai tayang secara global pada Jumat, 12 Desember 2025. Mengusung nuansa gelap dan penuh ketegangan, serial terbatas ini langsung mencuri perhatian penikmat drama kriminal dan investigasi polisi.
Mengambil latar kota Barcelona yang ikonik, City of Shadows memadukan atmosfer artistik kota dengan kisah kejahatan brutal yang mengguncang publik. Serial ini tidak hanya menyajikan misteri pembunuhan, tetapi juga konflik personal dan dilema moral para penyelidiknya.
Pembunuhan Brutal yang Mengguncang Barcelona
Cerita dibuka dengan penemuan mengerikan berupa mayat terbakar yang digantung di fasad Casa Milà atau La Pedrera, salah satu mahakarya arsitek ternama Antoni Gaudí. Lokasi kejadian yang sarat nilai sejarah dan budaya menjadikan kasus ini sorotan besar media serta menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat Barcelona.
Pembunuhan tersebut bukan hanya kejahatan biasa, melainkan simbol pesan gelap yang seolah sengaja dipertontonkan ke publik. Polisi pun dituntut bergerak cepat untuk mengungkap pelaku sebelum ketakutan meluas.
Kembalinya Inspektur Bermasalah
Kasus ini kemudian ditangani oleh Inspektur Milo Malart, seorang penyidik berbakat yang baru saja kembali aktif setelah menjalani skorsing akibat pelanggaran disiplin internal. Meski memiliki insting tajam dan pengalaman lapangan yang kuat, Malart dikenal sebagai sosok yang sulit diatur dan kerap bertindak di luar prosedur.
Penugasan ini menjadi kesempatan baginya untuk menebus kesalahan masa lalu. Namun, reputasi buruk yang melekat membuat kehadirannya diragukan oleh atasan maupun rekan kerja, menciptakan tekanan tersendiri di tengah penyelidikan yang sensitif.
Dinamika Dua Karakter yang Bertolak Belakang
Dalam menjalankan penyelidikan, Malart dipasangkan dengan Wakil Inspektur Rebeca Garrido. Berbeda jauh dengan Malart, Garrido dikenal sebagai polisi yang disiplin, patuh aturan, dan memiliki pendekatan investigasi yang sistematis.
Perbedaan karakter dan metode kerja keduanya kerap memicu konflik. Malart mengandalkan intuisi dan keberanian mengambil risiko, sementara Garrido berpegang teguh pada prosedur dan logika. Meski demikian, ketegangan ini justru menghadirkan dinamika menarik yang memperkaya alur cerita.
Misteri yang Semakin Kompleks
Seiring berjalannya penyelidikan, Malart dan Garrido menyadari bahwa pembunuhan di Casa Milà bukanlah kasus tunggal. Petunjuk-petunjuk yang terungkap mengarah pada pola kejahatan yang lebih luas, dengan indikasi motif tersembunyi dan kemungkinan keterkaitan dengan masa lalu tertentu.
Lapisan misteri demi misteri terungkap secara perlahan, membuat penyelidikan berkembang menjadi permainan psikologis antara pemburu dan pelaku. Setiap temuan baru justru menimbulkan pertanyaan yang semakin rumit.
Lebih dari Sekadar Drama Kriminal
Tidak hanya berfokus pada teka-teki kasus, City of Shadows juga mengeksplorasi sisi emosional para tokohnya. Tekanan pekerjaan, konflik batin, serta relasi personal para penyidik menjadi elemen penting yang memperdalam cerita.
Pendekatan ini menjadikan City of Shadows bukan sekadar serial kriminal konvensional, melainkan drama psikologis yang mengangkat sisi gelap manusia di balik penegakan hukum.
Penutup
Dengan latar Barcelona yang atmosferik, karakter kuat, dan alur penuh kejutan, City of Shadows menawarkan pengalaman menonton yang intens dan penuh ketegangan. Serial ini menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai cerita kriminal dengan sentuhan drama emosional dan misteri berlapis.





