SULSELPEDIA – Aura persaingan sengit dan semangat juang membara menyelimuti Mall Nipah Park, Makassar, saat ratusan pelajar dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) berkumpul untuk Yamaha Supercup Esports Series 2025 yang digelar pada 4–5 Oktober 2025.
Turnamen bergengsi ini menjadi panggung besar bagi 28 tim terbaik—terdiri dari 16 tim Mobile Legends dan 12 tim Free Fire—yang siap memperebutkan gelar juara dan membuktikan diri sebagai yang terkuat. Kompetisi ini bukan sekadar permainan, melainkan ajang pembuktian skill, strategi, dan mental juara bagi generasi muda.
Tim Free Fire dari SMAN 3 Palopo salah satu yang menarik perhatian. Muhammad Fahril S, salah satu pemain Free Fire dari sekolah tersebut berbagi kisah persiapan intensif mereka.
“Kami sudah latihan sejak kualifikasi ISK di Palopo, bulan Agustus lalu. Lebih dari sebulan penuh kami persiapkan diri. Latihan intens, strategi, komunikasi, semua harus solid,” jelas Fahril, Sabtu (4/10/2025).
Persaingan di Palopo sendiri sudah sangat ketat, dengan lebih dari 40 tim yang ikut kualifikasi dan hanya beberapa tim yang berhasil lolos, termasuk dua tim Mobile Legends dan satu tim Free Fire dari sekolahnya.
“Targetnya tentu juara. Semua pasti mau nomor satu. Tapi yang paling penting komunikasi. Kalau komunikasi tim bagus, peluang menang selalu ada,” tegasnya.
Lebih jauh, Fahril berharap agar event bergengsi ini dapat terus digelar setiap tahun, menunjukkan betapa pentingnya platform ini bagi perkembangan bakat esports di daerah.
Semangat yang sama ditunjukkan Tim Mobile Legends dari Polman. Akbar (17), siswa dari SMA Negeri 1 Campalagian, datang bersama enam rekannya dengan penuh percaya diri. Baginya, kunci utama kesuksesan bukan hanya skill, melainkan mental.
“Mental itu nomor satu. Kami sudah sering latihan. Dari seleksi antar sekolah di Pulau Limandar, kami terus berproses sampai lolos ke tahap besar ini,” ujar Akbar sambil tersenyum optimis.
Ia menceritakan perjalanan timnya yang tidak mudah. Mereka harus melewati babak penyisihan berlapis, mulai dari babak kualifikasi hingga akhirnya sampai ke Makassar. Ambisi Akbar jelas, membawa nama daerahnya ke podium tertinggi.
Dengan optimisme dan persiapan matang, puluhan tim ini siap beradu cepat, strategi, dan ketangkasan selama dua hari, membuktikan bahwa esports adalah arena serius bagi para remaja bermental juara.(*)




