SULSELPEDIA.com — Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Kejuaraan Berkuda dan Memanah Piala Gubernur Sulsel Menuju Piala Presiden 2025 Sesi II, Rabu (17/12).
Kejuaraan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Turut hadir Ketua Komisi Horseback Archery Pengurus Pusat PORDASI Dery Asta, Ketua PORDASI Sulsel Iqbal Nadjamuddin, serta Sekretaris PORDASI Sulsel Vonny Ameliani Suardi.
Ketua PORDASI Sulsel Iqbal Nadjamuddin mengatakan, kejuaraan ini merupakan sesi kedua dan menjadi agenda resmi PORDASI Sulsel yang mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Selatan.
“Kegiatan ini merupakan agenda PORDASI Sulawesi Selatan. Pesertanya cukup banyak, bahkan berasal dari luar daerah seperti Papua, Sumatra, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Lampung, dan Bangka Belitung. Hadiah yang disiapkan cukup besar sehingga menarik minat peserta,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, kejuaraan tersebut juga menjadi ajang sosialisasi olahraga berkuda dan memanah kepada masyarakat.
Ke depan, cabang olahraga ini direncanakan masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah pada 2026, khususnya di sekolah yang memiliki lahan pendukung.
“Kami fokus pada revitalisasi dan pengembangan cabang olahraga seperti pacu, equestrian, horseback archery, dan polo. Selain itu, olahraga berkuda akan diintegrasikan ke sekolah melalui program ekstrakurikuler untuk mencetak atlet muda. Targetnya, Sulawesi Selatan menjadi barometer olahraga berkuda di Indonesia Timur dengan dukungan penuh Gubernur,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Horseback Archery Pengurus Pusat PORDASI Dery Asta mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap olahraga berkuda sangat luar biasa.
“Ini menunjukkan dukungan penuh dari Gubernur Sulsel. Kegiatan ini bukan pekerjaan yang sia-sia, tetapi memiliki potensi besar. Ini menjadi titik kumpul yang baik bagi para pegiat olahraga berkuda. Mari bersama-sama mendukung dan memajukan olahraga berkuda di Indonesia,” katanya.
Sekretaris PORDASI Sulsel Vonny Ameliani Suardi menambahkan, kejuaraan ini dapat terlaksana berkat dukungan Gubernur Sulsel, PORDASI pusat, serta seluruh panitia yang terlibat.
“Ini bentuk keseriusan Gubernur Sulsel dalam mengembangkan olahraga sunnah, yaitu berkuda dan memanah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan Sulawesi Selatan serta masuk dalam kalender pariwisata,” ujarnya.
Menurut Vonny, kejuaraan ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi karena diikuti peserta dari berbagai daerah.
“Peserta yang datang dari luar daerah tentu membawa dampak ekonomi bagi Sulawesi Selatan. Event ini berlangsung selama dua hari dan mempertandingkan beberapa kelas, mulai tingkat SMP, SMA, hingga dewasa,” pungkasnya.(**)




