OJK Edukasi 150 Petani Kakao Polman Melek Keuangan, Siap Basmi Investasi Bodong

IST

SULSELPEDIA – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) baru-baru ini bergerak cepat di Polewali Mandar (Polman). Tak tanggung-tanggung, mereka langsung menyasar 150 petani kakao untuk diajak bicara soal keuangan.

Kegiatan edukasi penting ini diadakan di area gudang PT Bumi Surya Selaras dan menjadi bagian dari momen bersejarah: penandatanganan MoU (nota kesepahaman) penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) kepada petani kakao yang bermitra dengan PT Bumi Surya Selaras.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Anggota DPD RI, Jufri Mahmud, Staf Ahli Bupati Polman Bidang Ekonomi & Keuangan, Muhammad Akbar, Direktur Utama PT Bumi Surya Selaras, serta para pejabat daerah dan pimpinan bank/lembaga keuangan di Polman.

Baca Juga :  OJK Sulselbar Sosialisasikan Pedoman Setara dan Pelatihan Sensitivitas Bagi PUJK

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sulselbar, Amiruddin Muhidu, mewakili Kepala OJK Sulselbar, menyampaikan pesan kunci.

Ia menegaskan bahwa OJK, sesuai amanat UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan), kini punya peran yang lebih luas, menjadi mitra strategis pemerintah untuk menggerakkan ekonomi secara cepat dan berkelanjutan.

Selain memfasilitasi akses keuangan (lewat MoU KUR), OJK juga mewanti-wanti para petani soal bahaya yang mengintai. Literasi keuangan sangat krusial agar petani kakao tidak mudah tertipu modus investasi bodong atau penipuan yang sedang marak.

Baca Juga :  Dominasi Otomotif Award 2022, Yamaha Raih 8 Penghargaan

“Jangan hanya terbuai investasi ilegal, kurangnya pengetahuan keuangan juga bisa bikin kita kena over consumerism atau gaya hidup berlebihan,” kata Amiruddin.

“Banyak konten di media sosial yang memicu keinginan yang sebenarnya tidak kita butuhkan, dan itu berbahaya bagi keuangan,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Jufri Mahmud, menyampaikan harapannya agar OJK terus berkolaborasi dengan semua stakeholder di Sulawesi Barat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Baca Juga :  Perkuat Akses Keuangan Petani Kakao Luwu Timur, OJK Jalin Kolaborasi dengan Pemda dan Dunia Usaha

“Stabilitas sektor jasa keuangan sangat menentukan nasib sektor riil seperti UMKM, petani, dan nelayan,” ujar Jufri.

“OJK harus terus mengedukasi masyarakat agar warga Polewali Mandar terhindar dari kerugian akibat investasi dan pinjaman online ilegal yang meresahkan,” lanjutnya.

Dengan edukasi ini, diharapkan para petani kakao Polman tidak hanya semakin mudah mendapatkan modal usaha (lewat KUR) tapi juga memiliki “tameng” pengetahuan untuk melindungi hasil kerja keras mereka dari praktik-praktik keuangan yang merugikan.(*)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News