Sulselpedia.com — PT Bank Seabank Indonesia mencatatkan kinerja impresif sepanjang Kuartal III-2025. Di tengah fluktuasi ekonomi global, SeaBank berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan positif dan terus memperkuat layanan keuangan yang aman bagi nasabah.
Pada periode tersebut, SeaBank membukukan peningkatan laba bersih hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari kepercayaan nasabah yang terus meningkat.
“Selain karena strategi bisnis yang tepat dan aman, tumbuhnya bisnis SeaBank juga didukung oleh semakin meningkatnya kepercayaan Nasabah. Terima kasih kepada seluruh Nasabah yang terus mendukung SeaBank, dukungan Anda merupakan motivasi terbesar kami dalam menghadirkan inovasi layanan keuangan yang aman dan terdepan” ucap Sasmaya.
Selain fokus pada kinerja bisnis, SeaBank juga aktif meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara nasional. Sepanjang Bulan Inklusi Keuangan 2025 yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SeaBank menggelar berbagai aktivitas, mulai dari edukasi pelindungan konsumen hingga webinar edukasi keuangan bagi mahasiswa di wilayah perbatasan.
Kinerja Cemerlang Kuartal III-2025
Hingga 30 September 2025, total aset SeaBank mencapai Rp39,6 triliun atau tumbuh 20 persen secara tahunan (yoy). Tingkat pengembalian aset (ROA) juga meningkat menjadi 1,9 persen. Pertumbuhan aset terutama ditopang oleh optimalisasi penyaluran kredit, baik melalui joint financing, channeling dengan P2P lending, maupun direct lending.
Penyaluran kredit SeaBank tercatat naik 45 persen yoy menjadi Rp28,6 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 1,9 persen. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp30,5 triliun atau meningkat 20 persen yoy. Kenaikan terbesar berasal dari pertumbuhan giro korporasi dan tabungan ritel, yang mendorong rasio CASA naik menjadi 68 persen dari sebelumnya 65 persen.
Dari sisi profitabilitas, SeaBank berhasil mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp523,9 miliar dan laba setelah pajak sebesar Rp408,5 miliar, meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Efisiensi operasional juga semakin baik, tercermin dari rasio CIR yang turun menjadi 21,5 persen dari 25,8 persen.
Dukungan likuiditas dan permodalan SeaBank tetap kuat serta berada di atas ketentuan regulator, memperkuat posisi bank dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan.
Hingga akhir September 2025, SeaBank melayani rata-rata 9 juta transaksi per hari dengan total perputaran uang mencapai Rp4,6 triliun, menegaskan peran pentingnya dalam ekosistem transaksi digital di Indonesia.




