Mantan Ketua PMII Makassar Bela Menag KH. Nasaruddin Umar, Kecam Penyebar Fitnah

SULSELPEDIA – Penyebaran fitnah terhadap Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, mendapat respons tegas dari dua mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Makassar. 

Raisuljaiz dan Faisal Amir, dua figur penting dalam perjalanan PMII Makassar, mengecam keras tuduhan yang beredar dan menegaskan kesiapannya membela nama baik Menteri Agama.

Dalam pernyataannya, Raisuljaiz, Ketua PMII Makassar periode 2002-2003, menyebut bahwa tuduhan tersebut telah merugikan secara moral dan sosial.

“Ini adalah fitnah yang keji terhadap senior kami, Ayahanda Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Meskipun permintaan maaf telah diajukan, dampak dari berita ini sangat luas. Media mainstream dan media sosial telah menyebarkan fitnah ini, dan kami meminta agar masalah ini diselesaikan melalui jalur hukum,” ujarnya, Kamis (28/3).

Baca Juga :  Pemkot Makassar Wajibkan Prokes saat Shalat Idul Adha dan Pemotongan Hewan Qurban

Pernyataan serupa disampaikan Faisal Amir, yang menjabat sebagai Ketua PMII Makassar periode 2000-2001. Ia menegaskan bahwa Prof. Nasaruddin Umar adalah sosok teladan yang telah memberi banyak kontribusi bagi umat dan bangsa.

“Kami tahu siapa beliau. Beliau adalah figur yang sangat dihormati di lingkungan kami. Jangan coba-coba memfitnah beliau. Kami, alumni PMII, siap berhadapan dengan siapa saja yang mencoba mengulang fitnah ini,” ungkap Faisal dengan nada tegas.

Baca Juga :  Tim Penikam Polrestabes Makassar Bubarkan Pemuda Pesta Miras

Kedua tokoh alumni PMII tersebut merasa memiliki kewajiban moral untuk membela Prof. Nasaruddin Umar, yang juga merupakan salah satu tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU). 

“Sebagai bagian dari keluarga besar PMII, kami tidak akan tinggal diam ketika kehormatan beliau dicoreng oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan membuat gaduh dengan fitnah. Jika perlu, kami akan pasang badan demi kehormatan pembina kami,” ujar Raisuljaiz menambahkan.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Tempat Service Laptop di Makassar, Terdekat dan Terpercaya

Seiring dengan pernyataan ini, mereka menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran berita tidak benar yang hanya memicu kegaduhan di masyarakat. 

Mereka juga berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran, khususnya dalam menjaga etika dalam menyampaikan kritik maupun opini di ruang publik.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Menteri Agama terkait perkembangan kasus tersebut. Namun, dukungan kepada Prof. Dr. KH.

Nasaruddin Umar terus mengalir, baik dari kalangan akademisi, ulama, maupun alumni organisasi yang pernah beliau bina.(**)

Baca artikel terbaru Sulselpedia di Google News